
BANJARMASIN – Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan selama bulan Desember 2025 telah terjadi 16 kali kejadian bencana alam, seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.
“Kalau dibandingkan bulan November ada 26 kejadian bencana alam, artinya terjadi penurunan, tetapi korban terdampak mengalami peningkatan,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Proinsi Kalsel, H Achmadi, SSos, di Banjarmasin, Minggu (11/01).
Menurut Madi (sapaan akrabnya) dari 16 kali kejadian bencana alam di Kalsel selama bulan Desember itu, didominasi bencana banjir ada sembilan kali, tanah longsor empat kali dan angin ribut atau angin puting beliung tiga kali.
Dari sembilan kali kejadian bencana alam banjir itu, sebut Madi, dua kali di Kabupaten Balanga dan masing-masing satu kali di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Tabalong dan Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Sementara empat kali bencana alam tanah longsor, lanjutnya, dua kali di Kabupaten Banjar dan masing-masing satu kali di Kabupaten HSS dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).
Sedangkan tiga kali bencana alam angin puting beliung yakni masing-masing satu kali di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten HST.
Madi menyebutkan korban terdampak bencana alam di Kalsel selama bulan Desember tersebut sebanyak 49.556 kepala keluarga (KK) atau 146.212 jiwa, terbanyak di Kabupaten Banjar tercatat 37.885 KK atau 107.286 jiwa.
Kemudian, Kabupaten Balangan 3.322 KK atau 11.808 jiwa, Kabupaten Tanah Laut 2.985 KK atau 8.936 jiwa, Kabupaten HSU tercatat 2.130 KK atau 6.339 jiwa dan Kabupaten Tabalong sebanyak 1.409 KK atau 5.446 jiwa.
Selanjutnya, Kabupaten HST tercatat 953 KK atau 2.667 jiwa, Kabupaten HSS ada 726 KK atau 2.148 jiwa dan Kota Banjarbaru ada 546 KK atau 1.582 jiwa.
Akibat bencana alam selama Desember 2025 itu, kata Madi, tercatat sebanyak 49 buah rumah penduduk rusak beras, 118 buah rumah rusak sedang dan 18.499 buah rusak ringan, terbanyak di Kabupaten Banjar 8.871 buah.
Menyinggung kerugian akibat bencana alam di Kalsel selama Desember 2025 tersebut, Madi menyampaikan sementara asumsi kerugian Rp92,495 miliar, terbesar dialami Kabupaten Banjar mencapai Rp44,355 miliar.
Selain itu, Kabupaten Tala sekitar Rp14,840 miliar, Kabupaten Balangan sekitar Rp9,195 miliar, Kabupaten HSU ditaksir Rp8,160 miliar, Tabalong Rp7 miliar, Kabupaten HST sekitar Rp4,555 miliar dan Kabupaten HSS sekitar Rp2,905 miliar. ani

