BANJARMASIN – Polsek Banjarmasin Tengah diback up Macan Polresta Banjarmasin terus memburu kedua pelaku jambret yang diduga merampas paksa gelang emas 99 milik seorang mahasiswa dan korban Sadiah (21) terpaksa merelakan gelang emasnya seberat 10 gram. Informasi diterima saat itu, ia melintas di Jalan Sutoyo S, Teluk Dalam Banjarmasin Tengah, Kamis (8/1) sekitar pukul 17.20 Wita.
Dari keterangan, korban berkendara seorang diri mengendarai motor metik, mau pergi ke toko bunga, sekedar membeli buket bunga, untuk temannya satu kampus yang mau ujian skripsi.
Tanpa ia sadari dua orang laki-laki yang menaiki sepeda motor mengikuti, korban lengah motor korban di pepet dari sebelah kanan, satu pelaku yang berada di belakang nerampas paksa gelang emas.
Diduga kedua pelaku, satu yang berperawakan kekar, satu lainnya berbadan kurus, Namun di tengah perjalanan, korban tiba-tiba dipepet oleh dua orang laki-laki tak dikenal yang juga menggunakan sepeda motor.
“Saya dipepet dari sebelah kanan dan pria itu badannya gemuk satunya kurus dan kaget dan hampir terjatuh saat mempertahankan gelang emas,” katanya.
Banyak warga berdatangan kedua pelaku tancap gas, membawa kabur gelang senilai Rp20 juta lebih. Tak terima korban pun melapor ke Polsek Banjarmasin Tengah.
Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Indra Agung Perdana Putra melalui Kanit Reskrim, Ipda Raihan Fikri Primavinsyah membenarkan laporan masuk dari korban.
Korban mahasiswa, Sadiah (21), warga Desa Sungai Kali RT. 04 RW. 02, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala dan laporan polisi korban menyerahkan barang bukti berupa satu lembar kwitansi pembelian emas di Toko Mas Jaya Baru, total berat 9,920 gram.
“Pelaku dalam penyelidikan kepolisian. Doakan, semoga keduanya cepat di ungkap,” katanya.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat, khusus kepada para wanita yang berkendara seorang diri atau melakukan perjalanan untuk tidak mengenakan perhiasan yang mencolok mencegah jadi korban kejahatan. sam/ani

