Mata Banua Online
Senin, Februari 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Beras Tetap Mahal Meski Sudah Swasembada

by Mata Banua
8 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Harga beras dinilai masih cukup ti­nggi saat Presiden Prabowo Subianto me­ng­e­k­laim Indonesia telah mencapai swasembada pa­da 2025.

Salah satu penyebabnya im­bas kebijakan harga gabah kering. Pre­siden Prabowo menyebut saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai le­bih dari 3 juta ton, lebih tinggi dari era Presiden Soeharto hanya men­capai 2 juta ton.

Berita Lainnya

Promo Adira Expo Hadir di Empat Kota Kalimantan

Promo Adira Expo Hadir di Empat Kota Kalimantan

8 Februari 2026
Berburu Wajib Pajak: Beban Rakyat di Tengah Krisis Anggaran

Swasta Minta Kepastian Kuota Impor Daging

8 Februari 2026

Sayangnya, meski produksi be­ras dalam negeri melimpah, har­ga beras masih bertahan ma­hal. Produksi beras sepanjang Ja­nu­ari-Desember 2025 di­per­ki­ra­kan naik 13,36% menjadi 34,71 ju­ta ton. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren harga beras premium dan mediumdi tingkat pe­nggilingan mengalami ke­na­ik­an pada Desember 2025. Rata-ra­ta harga beras di penggilingan na­ik 1,26% secara bulanan (month-to-month/mtm) dan m­e­ni­ngkat 6,38% secara tahunan. Pa­da Desember 2025, rata-rata har­ga beras di tingkat pe­ng­gi­li­ng­an mencapai Rp13.488 per ki­lo­gram dari bulan sebelumnya se­besar Rp13.320 per kilogram.

Kondisi serupa juga terjadi pa­da rata-rata harga beras di tingkat eceran dan grosir yang na­ik secara bulanan dan tahunan. Pe­ngamat Pertanian dari Center of Reform on Economics (Core) In­donesia Eliza Mardian menilai, ma­halnya harga beras tak lepas dari kebijakan penyesuaian harga ga­bah kering panen (GKP) yang di­naikkan menjadi Rp6.500 per ki­­logram.

Kebijakan ini, menurutnya, men­­dorong kenaikan biaya pro­duk­si penggilingan sehingga be­ru­jung pada penyesuaian harga di tingkat konsumen.

“Jadi salah satu alaan kenapa har­ga beras di level konsumen ma­hal, karena karena harga GKP ya­n­g biasa dibeli Rp5.000 per ki­l­ogram, ini dinaikkan oleh Pak Prabowo menjadi Rp6.500 [per ki­logram] karena untuk menjaga ke­sejahteraan petani,” kata Eliza.

Di satu sisi, Eliza mengakui ke­bijakan tersebut membawa dam­pak positif bagi petani pa­ng­an. Dia menuturkan, nilai tu­kar petani (NTP) yang selama dua dekade terakhir cenderung stagnan di kisaran 101-104 na­mun kini mulai membaik, te­ru­ta­ma dengan dukungan kebijakan se­rapan gabah oleh Perum Bulog.

Namun, Eliza menekankan swa­­sembada pangan tidak se­ha­rus­nya hanya dimaknai sekadar sur­plus produksi semata. Me­nu­rut­nya, makna swasembada perlu di­definisikan lebih luas agar tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi ju­ga mempertimbangkan dam­pak­nya bagi lapisan masyarakat.

Dia juga mengingatkan, har­ga beras yang terus tinggi be­ri­si­ko menekan daya beli masya­ra­kat menengah-bawah, terutama di tengah kondisi lapangan kerja ya­ng sempit, upah stagnan, dan in­flasi pangan yang berulang. “Ya­ng menjadi soal in adalah ka­langan menengah bawah, yang ma­na untuk kondisi saat ini la­pa­ngan pekerjaan sulit, upah re­la­tif stagnan, inflasi terus-terusan ter­jadi terutama volatile food. Ja­di daya beli mereka semakin ter­ge­rus,” tuturnya. Eliza me­nilai pe­merintah perlu men­ye­im­ba­ng­kan kebijakan swasembada pa­ng­an agar tidak membebani mas­ya­rakat menengah-bawah. Me­nu­rut­nya, kebijakan harga gabah Rp6.500 per kilogram se­mes­ti­nya diimbangi dengan operasi pa­sar Bulog melalui penyaluran be­ras ber­sub­sidi bagi masyarakat ber­pen­da­pat­an rendah. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper