
BANJARMASIN – Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani turun langsung ke sejumlah wilayah banjir untuk bagikan obat-obatan kepada warga yang terdampak.
Neli yang menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin mengatakan pembagian obat-obatan ini menyusul banyaknya laporan warga yang mulai diserang berbagai penyakit saat banjir melanda dan cuaca ekstrem seperti sekarang ini.
“Obat-obatan yang dibagikan diantaranya salep untuk penyakit kutu air, vitamin dan obat penurun panas dan lainnya,” kata Neli usai membagikan obat-obatan kepada warga terdampak banjir, Rabu (7/1).
Selain obat-obatan, bantuan berupa sembako juga turut diberikan kepada warga terdampak terutama yang sedang mengungsi.
Mengingat dalam situasi seperti ini lanjut Neli, ada beberapa warga yang tidak bisa bekerja hingga membutuhkan bantuan khususnya berupa makanan.
“Tadi ada bantuan juga disalurkan. Semoga bisa membantu meringankan warga yang terdampak,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa dalam situasi seperti ini, sudah seharusnya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin hadir membersamai masyarakat dalam menghadapi bencana banjir.
Paling tidak memberikan semangat dan mencoba menyerap berbagai aspirasi masyarakat langsung.
“Paling tidak kehadiran kami dan sedikit bantuan ini bisa memberi semangat kepada warga yang sedang menghadapi banjir saat ini,” akhirnya.
Sementara itu, Fatimah warga Karang Mekar yang terdampak banjir cukup tinggi sangat berterima kasih atas obat-obatan dan sembako yang diberikan oleh seorang perwakilan rakyat tersebut.
Sebab bentuk kepedulian yang dilakukan DPRD Kota Banjarmasin ini tentunya sangat dibutuhkan dalam kondisi banjir seperti ini. Terlebih pada warga terdampak banjir cukup parah seperti dirinya.
“Terima kasih, obat-obatan dan sembako ini sangat membantu kami yang kebanjiran ini,” ujar Fatimah.
Diungkapkan Fatimah bahwa sudah sebulan lebih ia dan keluarganya terjebak banjir karena kondisi rumahnya yang lebih rendah dari rumah warga yang lainnya.
Meski rumah sudah terendam banjir cukup dalam. Namun ia tidak berniat untuk mengungsi karena rumahnya memiliki lantai dua. Sehingga saat ini semua keluarga mengamankan diri di lantai atas rumahnya.
“Jadi untuk saat ini dilantai dua kami mengamankan diri karena masih bisa ditinggali,” katanya. via/rds

