
MARTAPURA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman membuka Program Rehabilitasi Sosial Angkatan VII Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra & Fisik Fajar Harapan serta Angkatan VIII Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Iskaya Banaran Tahun 2026 di Aula Persada PRSPDNF Fajar Harapan, Selasa (6/12) sore.
Pembukaan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas itu ditandai pemasangan ID Card kepada delapan peserta sebagai simbol dimulainya pembinaan.
Kegiatan rehabilitasi ini menjadi bukti nyata komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dalam memberikan pendampingan, pembinaan dan pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial.
Diketahui, sebanyak 29 peserta yang berasal dari 13 kabupaten/kota di Kalsel akan mengikuti pelatihan di dua panti rehabilitasi tersebut.
Adapun bidang keterampilan yang diberikan meliputi, Bimbingan Komputer, Tata Boga dan Tata Rias sera Tata Busana (Menjahit).
Selain program reguler selama enam bulan untuk disabilitas fisik, dilaporkan pula bahwa Panti Fajar Harapan saat ini tengah membina 50 orang disabilitas netra, di mana 27 di antaranya masih berstatus pelajar dengan masa pembinaan yang bisa mencapai 12 tahun.
Wagub Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk perhatian serius pemerintah daerah, sekaligus menjalankan instruksi langsung Gubernur Kalsel, H Muhidin.
Wagub Hasnur (sapaan akrabnya), menekankan pentingnya keberlanjutan program kemanusiaan dan sosial bagi penyandang disabilitas di Banua.
Wagub Hasnuryadi menegaskan bahwa program rehabilitasi ini bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan langkah strategis pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, mandiri dan berdaya saing bagi penyandang disabilitas.
Hal ini, sebut Wagub, sejalan dengan visi pemerintah pusat dan daerah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Pesan Bapak Gubernur melalui kami, agar adik-adik peserta tetap semangat dalam belajar, bekerja dan berlatih. Yakinlah bahwa masa depan kita semua akan jauh lebih baik dengan kerja keras dan ketekunan,” ujar Hasnuryadi di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, Hasnur mengajak seluruh unsur masyarakat, lembaga sosial dan instansi terkait untuk berkolaborasi dalam memajukan Kalsel.
Melalui semangat “Bekerja Bersama Merangkul Semua”, diharapkan program rehabilitasi sosial ini mampu memberikan dampak positif yang signifikan sehingga para penerima manfaat dapat kembali berbaur, produktif serta berkontribusi di tengah masyarakat.
“Bekerja Bersama Merangkul Semua, kita bangun Banua Kalsel tercinta agar semakin maju dan sejahtera. Amin Allahumma Amin,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Panti Fajar Harapan, Jumri, SAg, MIKom, menyebut kegiatan ini sebagai agenda strategis yang sangat penting bagi pengembangan potensi penerima manfaat.
“Program rehabilitasi bagi penyandang disabilitas ini bukan hanya rutinitas, tetapi menjadi sarana penting untuk membina, memotivasi, sekaligus membekali penyandang disabilitas agar mampu mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Jumri menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mencapai tiga tujuan utama, yaitu Pemulihan kepercayaan diri, agar peserta siap kembali bersosialisasi dan Pembekalan keterampilan praktis, sebagai modal ekonomi pasca program serta Perubahan pola pikir, bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang meraih masa depan.
“Kami ingin peserta tidak hanya pulih secara mental dan sosial, tapi juga pulang dengan keterampilan nyata yang bisa mengantarkan mereka pada kemandirian ekonomi,” tegasnya.
Menurut Jumri, upaya ini menjadi bagian pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terus ditingkatkan pemerintah daerah.
“Kami berharap setiap peserta yang lulus dari sini tidak hanya membawa pengalaman, tetapi benar-benar memiliki bekal hidup untuk menata masa depan yang lebih baik,” tutup Jumri penuh optimisme.
Acara ini dihadiri oleh Jajaran Pejabat Dinas Sosial kalsel, tenaga pengajar keterampilan (tata boga, menjahit, tata rias, dan komputer) serta tamu undangan lainnya. rfq/adpim/ani

