
BANJARMASIN – Ratusan korban terdampak musibah banjir saat ini masih mengungsi. Sedikitnya, 235 warga terdampak bencana alam banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar kini masih mengungsi di Gedung UGD Puskesmas Desa Keramat, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
“Kita menyiapkan makanan untuk ratusan pengungsi korban terdampak bencana alam banjir itu melalui dapur umum yang didirikan,” ucap Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Rabu (7/1).
Menurut Madi –sapaan akrabnya, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Satgas Pramuka Peduli Bencana Kwarda Kalsel menyiapkan sedikitnya 5.000 porsi makanan untuk kebutuhan makan bagi pengungsi dan warga terdampak banjir yang kondisinya parah di Kecamatan Sungai Tabuk.
“Dapur umum di Kecamatan Sungai Tabuk sudah memasuki hari keempat dari rencana lima hari, tetapi tidak menutup kemungkinan ditambah harinya sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Ia menyampaikan, korban terdampak banjir di Kabupaten Banjar mencapai 15.662 KK atau 44.361 jiwa, dan yang terparah di Kecamatan Martapura Barat tercatat sekitar 5.996 KK atau 17.373 jiwa.
“Kecamatan Sungai Tabuk meliputi 21 desa dan korban terdampak sebanyak 9.600 KK atau 26.688 jiwa. Untuk meringankan beban korban di kedua kecamatan, Dinas Sosial Kalsel telah mendirikan dapur umum,” katanya.
Menyinggung data sementara warga terdampak bencana alam banjir di Kalsel hingga Rabu (7/1), ia mengungkapkan jumlah sementara mencapai 23.424 kepala keluarga (KK) atau 71.181 jiwa.
“Meningkatnya korban terdampak banjir tersebut terjadi di Kabupaten Tanah Laut (Tala) sebanyak 1.752 KK atau 4.700 jiwa,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, peningkatan jumlah korban banjir tersebut di Kecamatan Kurau sebanyak 1.040 KK atau 2.910 jiwa, dan merupakan terparah di Tala.
Selain itu, Kecamatan Bati-bati sebanyak 1.547 KK atau 4.701 jiwa dan Kecamatan Bumi Makmur tercatat sebanyak 566 KK atau 4.738 jiwa.
Kemudian, lanjut Madi, korban terdampak banjir yang cukup banyak di Kabupaten Balangan mencapai 3.215 KK atau 11.443 jiwa, dan terparah di Desa Tebing Tinggi 298 KK atau 1.192 jiwa, Desa Sungsum sebanyak 280 KK atau 1.120 jiwa, Desa Gunung Baru 198 KK atau 792 jiwa.
Selanjutnya, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tercatat korban terdampak 2.895 jiwa pada empat desa, satu kecamatan. Dan banjir di Kabupaten Tapin tersebar pada tiga kecamatan pada empat desa dan korban terdampak 332 KK atau 1.314 jiwa.
Sedangkan musibah banjir di Kota Banjarbaru, di Kecamatan Cempaka tercatat korban terdampak sebanyak 416 KK atau 1.383 jiwa.
Madi melaporkan, musibah banjir di Kalsel melanda sejumlah daerah, sementara itu beberapa wilayah sudah memasuki tahap pemulihan atau kondusif.
Wilayah Kabupaten Balangan sebagian besar wilayah dalam masa pemulihan dan pembersihan, namun sebagian hilir masih tergenang. Kabupaten Tabalong debit air sungai mulai menurun dan kondusif. Kabupaten HSU sendiri relatif aman.
“Untuk Kabupaten Barito Kuala Batola debit genangan mulai meningkat, sementara di Kota Banjarmasin terjadi peningkatan permukaan air yang mulai tinggi akibat pasang air laut,” ujarnya.
Sementara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), HSU, dan Tala sebagian dataran rendah masih tergenang, dan di Tapin air sudah menggenangi rumah warga. Ani

