Mata Banua Online
Kamis, Januari 8, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Sekdaprov Kalsel Dampingi Mensos Tinjau Pengungsi Banjir

by Mata Banua
6 Januari 2026
in Pemprov Kalsel
0

 

Sekdaprov Kalimantan Selatan, HM Syarifuddin saat mendampingi Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf melakukan pertemuan dengan warga masyarakat yang terdampak bencana alam banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Gubernur Kalsel, H Muhidin melalui Sekdaprov Kalsel, HM Sya­rifuddin mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau pengungsi banjir di Puskesmas Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (4/1).

Berita Lainnya

Gubernur Kalsel Pimpin Rakor Rencana Kedatangan Presiden

Gubernur Kalsel Pimpin Rakor Rencana Kedatangan Presiden

7 Januari 2026
Wagub Kalsel Buka Program Rehabilitasi Sosial Netra dan Fisik

Wagub Kalsel Buka Program Rehabilitasi Sosial Netra dan Fisik

7 Januari 2026

Sekda mengatakan, Peme­rintah Provinsi (Pemprov) Kalsel terus melakukan pen­dampingan dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten serta kementerian terkait sejak banjir melanda wilayah Sungai Tabuk.

“Pemprov Kalsel memas­tikan seluruh penanganan korban terdampak bencana alam banjir berjalan di lapa­ngan. Kami mendampingi pemerintah kabupaten, mulai dari pengungsian, distribusi logistik, sampai pendataan untuk tahap pemulihan nanti,” ujar Syarifuddin.

Sekdaprov menyebut, kehadiran Menteri Sosial (Men­sos) ke lokasi terdampak banjir menjadi penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar bantuan yang disalur­kan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi pengungsian yang saat ini dihuni 218 jiwa dari 79 kepala keluarga (KK). Pemprov Kalsel, lanjut Sekda, juga memastikan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil men­dapat perhatian khusus.

“Saya kira yang penting saat ini kebutuhan dasar masyarakat aman dulu dan soal lanjutannya Pemprov Kalsel siap mengawal proses asesmen sampai ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap korban banjir ini,” katanya.

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Kemen­terian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan berbagai dukungan bagi pengungsi selama masa kedaruratan.

“Setiap masa-masa kedaru­ratan, memang kita sediakan dukungan logistik, baik itu makanan siap saji, pakaian, kemudian tenda atau juga kasur atau hal lain yang memang dibutuhkan oleh para pengungsi, sambil menyediakan dapur umum dan layanan psikososial,” ujar Gus Ipul (sapaan akrabnya).

Menurut Gus Ipul, pena­nganan banjir di Sungai Tabuk merupakan hasil kerja bersama antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.

“Kita lihat saudara-saudara kita yang masih ada di pengung­sian dan apa yang ada di sini, baik itu dapur umum, tempat pengungsian. Ini adalah kerja­sama antara Kementerian Sosial dengan pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Banjar, tentu dibantu juga oleh TNI dan Polri,” katanya.

Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah memiliki mekanisme penanggulangan bencana secara berjenjang, mulai dari evakuasi hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Bagi korban yang meninggal dunia ada santunan Rp15 juta yang diterima oleh ahli waris. Kemudian ada dukungan bagi yang luka-luka berat itu sebesar Rp5 juta,” jelasnya.

Pada tahap rekonstruksi, rumah warga akan dikla­sifi­kasikan ke dalam kategori rusak berat, sedang dan ringan. Pemerintah juga menyiapkan hunian sementara bagi warga dengan rumah rusak berat.

“Setelah itu nanti jika memang dibutuhkan tentu akan ada huntara (hunian sementara). Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali,” kata Gus Ipul.

Selain itu, keluarga ter­dam­pak bencana akan memperoleh bantuan lanjutan dari Kemen­terian Sosial. Melalui Kemensos, pemerintah membantu untuk membeli isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga.

“Kita juga akan membantu untuk kebutuhan hidup terutama dalam membeli lauk-lauk sebesar Rp450 ribu per orang per bulan, selama tiga bulan. Ini untuk mendukung keluarga terdampak bisa secara bertahap pulih,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan, dukungan pemberdayaan eko­nomi juga diberikan. “Jadi dana Rp3 juta dan Rp5 juta itu sekali diberikan, sementara yang untuk jaminan hidup tadi diberikan selama tiga bulan,” jelas Gus Ipul.

Salah satu pengungsi, Mas­julia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan pemerintah.

“Saya mewakili seluruh warga yang ngungsi meng­ucapkan banyak-banyak terima kasih. Selama saya di sini sangat terbantu, terutama masalah makan, minum kami sangat terbantu. Apalagi kami dapat kasur, selimut dan sembako,” pungkasnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut, anggota DPD RI, Muhammad Hidayatullah, Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyi dan Sekdakab Banjar, Yudi Andrea serta jajaran pejabat dari Kemensos.

Usai meninjau pengung­sian, rombongan bergeser ke Balai Besar Pendidikan Pela­tihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin (BBPPKS) yang letaknya di Jalan Trikora Banjarbaru, disana Gus Ipul didampingi Sekda meninjau kesiapan Sekolah Rakyat. fud/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper