
MARTAPURA – Gubernur Kalsel, H Muhidin melalui Sekdaprov Kalsel, HM Syarifuddin mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau pengungsi banjir di Puskesmas Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (4/1).
Sekda mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten serta kementerian terkait sejak banjir melanda wilayah Sungai Tabuk.
“Pemprov Kalsel memastikan seluruh penanganan korban terdampak bencana alam banjir berjalan di lapangan. Kami mendampingi pemerintah kabupaten, mulai dari pengungsian, distribusi logistik, sampai pendataan untuk tahap pemulihan nanti,” ujar Syarifuddin.
Sekdaprov menyebut, kehadiran Menteri Sosial (Mensos) ke lokasi terdampak banjir menjadi penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi pengungsian yang saat ini dihuni 218 jiwa dari 79 kepala keluarga (KK). Pemprov Kalsel, lanjut Sekda, juga memastikan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil mendapat perhatian khusus.
“Saya kira yang penting saat ini kebutuhan dasar masyarakat aman dulu dan soal lanjutannya Pemprov Kalsel siap mengawal proses asesmen sampai ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap korban banjir ini,” katanya.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan berbagai dukungan bagi pengungsi selama masa kedaruratan.
“Setiap masa-masa kedaruratan, memang kita sediakan dukungan logistik, baik itu makanan siap saji, pakaian, kemudian tenda atau juga kasur atau hal lain yang memang dibutuhkan oleh para pengungsi, sambil menyediakan dapur umum dan layanan psikososial,” ujar Gus Ipul (sapaan akrabnya).
Menurut Gus Ipul, penanganan banjir di Sungai Tabuk merupakan hasil kerja bersama antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.
“Kita lihat saudara-saudara kita yang masih ada di pengungsian dan apa yang ada di sini, baik itu dapur umum, tempat pengungsian. Ini adalah kerjasama antara Kementerian Sosial dengan pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Banjar, tentu dibantu juga oleh TNI dan Polri,” katanya.
Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah memiliki mekanisme penanggulangan bencana secara berjenjang, mulai dari evakuasi hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Bagi korban yang meninggal dunia ada santunan Rp15 juta yang diterima oleh ahli waris. Kemudian ada dukungan bagi yang luka-luka berat itu sebesar Rp5 juta,” jelasnya.
Pada tahap rekonstruksi, rumah warga akan diklasifikasikan ke dalam kategori rusak berat, sedang dan ringan. Pemerintah juga menyiapkan hunian sementara bagi warga dengan rumah rusak berat.
“Setelah itu nanti jika memang dibutuhkan tentu akan ada huntara (hunian sementara). Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali,” kata Gus Ipul.
Selain itu, keluarga terdampak bencana akan memperoleh bantuan lanjutan dari Kementerian Sosial. Melalui Kemensos, pemerintah membantu untuk membeli isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga.
“Kita juga akan membantu untuk kebutuhan hidup terutama dalam membeli lauk-lauk sebesar Rp450 ribu per orang per bulan, selama tiga bulan. Ini untuk mendukung keluarga terdampak bisa secara bertahap pulih,” ujarnya.
Gus Ipul menambahkan, dukungan pemberdayaan ekonomi juga diberikan. “Jadi dana Rp3 juta dan Rp5 juta itu sekali diberikan, sementara yang untuk jaminan hidup tadi diberikan selama tiga bulan,” jelas Gus Ipul.
Salah satu pengungsi, Masjulia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan pemerintah.
“Saya mewakili seluruh warga yang ngungsi mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Selama saya di sini sangat terbantu, terutama masalah makan, minum kami sangat terbantu. Apalagi kami dapat kasur, selimut dan sembako,” pungkasnya.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut, anggota DPD RI, Muhammad Hidayatullah, Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyi dan Sekdakab Banjar, Yudi Andrea serta jajaran pejabat dari Kemensos.
Usai meninjau pengungsian, rombongan bergeser ke Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin (BBPPKS) yang letaknya di Jalan Trikora Banjarbaru, disana Gus Ipul didampingi Sekda meninjau kesiapan Sekolah Rakyat. fud/adpim/ani

