
MARABAHAN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-66 Kabupaten Barito Kuala (Batola), Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin bersama Wakil Gubernur (Wagub), H Hasnuryadi Sulaiman mengapresiasi atas berhasilnya memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan menyajikan 100.000 porsi hidangan khas daging masak habang yang berlangsung meriah di Lapangan 5 Desember, Marabahan, Minggu (4/1).
Sajian daging masak habang yang merupakan salah satu kuliner tradisional Kalsel disiapkan secara massal dalam jumlah yang luar biasa. Masakan ini yang terkenal dengan cita rasanya yang khas, menjadi jantung acara dan menggambarkan kekayaan kuliner daerah.
Chef dan kreator kuliner nasional Bobon Santoso bertindak sebagai koordinator masak besar ini, yang melibatkan partisipasi langsung dari warga Batola.
Terlihat Gubernur H Muhidin beserta istri Hj Fathul Jannah memegang panci berisi daging yang dimasukan ke wajan besar, disusul Wagub Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman serta istri drg Ellyana Trisya dan Bupati Batola, H Bahrul Ilmi hingga pimpinan Forkopimda pun turun memasukan daging yang siap dimasak.
Kegiatan ini menjadi sejarah penting bagi Kabupaten Barito Kuala dan Kalimantan Selatan, Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngaderi secara resmi menyerahkan penghargaan kepada Gubernur H Muhidin.
Penyerahan penghargaan Rekor MURI itu disaksikan langsung Bupati Batola, H Bahrul Ilmi. Penganugerahan ini menandai suksesnya pemecahan rekor makan terbesar sejenis yang melibatkan masyarakat luas.
Dalam kesempatan itu, Gubernur H Muhidin mengungkapkan bahwa acara ini tidak hanya sekadar perayaan seremonial, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan upaya memperkenalkan potensi budaya serta kuliner khas daerah.
“Kegiatan ini menunjukkan bagaimana gotong royong masyarakat Batola bisa mengangkat identitas budaya kita ke level yang lebih tinggi,” sampai Gubernur H Muhidin.
Menurut H Muhidin, kegiatan semacam ini bukan hanya tentang mencatatkan rekor, tetapi lebih penting lagi untuk mempromosikan kuliner khas daerah ke tingkat nasional.
“Melalui acara ini, kita tidak hanya memperkenalkan daging masak habang, tetapi juga menegaskan bahwa Batola memiliki potensi besar dalam dunia kuliner dan budaya,” tegasnya.
Gubernur H Muhidin berharap bahwa Batola dapat terus maju dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kalimantan Selatan secara keseluruhan.
Tema peringatan Hari Jadi Batola kali ini, “Merangkul Semua, Membangun Batola”, diangkat sebagai seruan untuk memperkuat persatuan dan kerjasama antar elemen masyarakat.
Bupati Batola, H Bahrul Ilmi menyampaikan bahwa tema ini menggambarkan pentingnya kolaborasi dalam membangun daerah yang lebih baik.
“Bersama-sama, kita harus mendorong Batola menjadi lebih maju, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan yang ada,” ujar Bahrul Ilmi.
Bupati juga menyoroti tantangan anggaran yang dihadapi daerah akibat penurunan Transfer Ke Daerah (TKD) pada tahun 2026, yang tentunya berdampak pada kemampuan daerah dalam membangun infrastruktur dan fasilitas penting.
Namun demikian, sebut Bahrul Ilmi, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci dalam mengatasi tantangan untuk memajukan Kabupaten Baola.
Perayaan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Batola juga dimeriahkan penampilan grup musik NDX AKA serta gempita musik yang semakin menambah semarak acara.
Melalui rangkaian acara ini, Kabupaten Barito Kuala diharapkan dapat semakin dikenal, tidak hanya di Kalimantan Selatan, tetapi juga di seluruh Indonesia. mr/adpim/ani

