
RANTAU-Masjid Nahdatussyifa yang berada di kawasan RSUD Datu Sanggul Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan akses dan infrastruktur pendukung.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Datu Sanggul Widhi Susanto mengatakan, secara teknis arah kiblat masjid tersebut telah diukur dan tidak ditemukan kendala.
“Kendala utama bukan pada arah kiblat, tetapi akses menuju masjid, area parkir yang terbatas, serta jaraknya yang cukup jauh dari area layanan rumah sakit,” ujar Widhi di Rantau, Kabupaten Tapin.
Ia menyebutkan, sejumlah faktor nonteknis masih menghambat pemanfaatan masjid bagi pasien, keluarga pasien, maupun pengunjung rumah sakit.
Selain itu, ucap Widhi, keberadaan pagar pembatas antara lingkungan rumah sakit dan area masjid turut menyulitkan mobilitas pasien dan pengunjung yang ingin beribadah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
Widhi mengungkapkan, manajemen RSUD Datu Sanggul bersama pemerintah daerah telah membahas sejumlah alternatif solusi untuk mengoptimalkan fungsi masjid tersebut.
Ia menambahkan, salah satu opsi yang dikaji adalah membuka akses jalan langsung dari area belakang rumah sakit menuju masjid.
“Kami sudah berdiskusi dengan Wakil Bupati Tapin terkait kemungkinan membuka jalur tembus atau akses langsung dari rumah sakit ke masjid agar lebih mudah dijangkau,” katanya.
Selain membuka akses, kata dia, pihak rumah sakit juga mempertimbangkan pembangunan mushola atau masjid berukuran lebih kecil di dalam lingkungan RSUD Datu Sanggul sebagai solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan ibadah pasien dan keluarga pasien.
Widhi menambahkan, pengoperasian Masjid Nahdatussyifa juga memerlukan kesiapan pengelolaan yang matang, termasuk penunjukan pengurus, petugas kebersihan, serta sistem operasional agar pemanfaatannya dapat berjalan berkelanjutan.”Tujuannya agar fasilitas ibadah benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal dan mendukung layanan rumah sakit,” ujar Widhi.{[an/mb03]}

