Mata Banua Online
Kamis, Januari 8, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

210 Sekolah di Banjar Terdampak Banjir

by Mata Banua
6 Januari 2026
in Martapura
0
G:\2025\2026\Januari\7 Januari 2026\5\hal 5\Salah satu sekolah yang proses belajar-mengajarnya dilaksanakan.jpg
SALAH satu sekolah yang proses belajar-mengajarnya dilaksanakan secara jarak jauh karena terdampak banjir.(foto:mb/ist)

MARTAPURA – Sebanyak 210 sekolah (satuan pendidikan) di Kabupaten Banjar terdampak bencana banjir, yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, dari jumlah tersebut terdiri atas 116 buah Sekolah Dasar (SD), 20 buah Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 74 satuan pendidikan PAUD dan PKBM.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\9 Januari 2026\5\Hal 5\Kepala Bappedalitbang Banjar Nashrullah Shadiq (tengah) didampingi staf.jpg

PT Palmina Utama Bantu Warga Terdampak Banjir

8 Januari 2026
Dinsos P3AP2KB Buka Layanan Call Center

Dinsos P3AP2KB Buka Layanan Call Center

8 Januari 2026

Kepala Disdik Banjar Hj Liana Penny mengatakan, kondisi banjir berdampak langsung pada lingkungan sekolah.

41 sekolah terdampak pada area halaman, sementara 169 sekolah lainnya telah tergenang air hingga ke ruang kelas, sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Keselamatan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, untuk satuan pendidikan yang terdampak banjir, pembelajaran sementara dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar Liana Penny.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Nomor 400.3.6.1/007/Disdik/2026, yang mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan PJJ dilakukan secara fleksibel dan adaptif, menyesuaikan kondisi peserta didik dan satuan pendidikan.

Proses pembelajaran dapat dilaksanakan melalui berbagai media daring maupun luring, seperti whatsApp, google classroom, modul belajar mandiri, atau media lain yang memungkinkan.

Selain itu, sekolah juga diminta untuk melakukan penyesuaian kurikulum, dengan memprioritaskan materi esensial, dukungan psikososial, serta edukasi terkait kesehatan, keselamatan dan mitigasi bencana. Sementara satuan pendidikan di wilayah yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seperti biasa.

Disdik Banjar akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan pengawas pembina serta pihak terkait. PTM akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman dan normal.

“Kami berharap dukungan orang tua dan seluruh pihak, agar proses belajar anak-anak tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi darurat,” ucapnya. ril/dio

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper