
TANJUNG – Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani meminta Kementerian Agama (Kemenag) membantu pemerintah daerah mewujudkan visi dan misi Tabalong Smart.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 di Halaman Kantor Kemenag Tabalong, Sabtu (3/1).
“Mari kita terus pertahankan kolaborasi ini, karena salah satu visi dan misi Tabalong Smart yakni religius sangat relevan sekali dengan tugas Kemenag,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga mengatakan bahwa berkat adanya kurikulum yang sudah diterapkan oleh Kemenag, banyak pesantren di Tabalong yang memiliki standar.
“Selama ini lulusan pesantren kadang tidak sertifikat yang setara SMP dan SMA sehinga dianggap tidak sekolah, sekarang alhamdulillah sudah bisa,” katanya.
Dengan standar ini, mereka dapat sertifikat ijazah yang bisa digunakan sebagai bekal untuk kehidupan mereka ataupun ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
Bupati juga mempersilahkan apabila ada anak-anak dari madrasah aliyah yang ingin melanjutkan pendidikan, bisa mengikuti tes dengan perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama.
“Silahkan ikuti, sehingga anak dari lulusan madrasah aliyah juga bisa menjadi bagian dari program seribu sarjana,” tuturnya.
Ia berencana tahun ini akan bekerjasama dengan pesantren-pesantren di luar negeri untuk menjalankan program satu desa satu da’i yang juga dibantu oleh Kemenag.
“Tahun tadi kita ada kesibukan jadi hanya pesantren lokal saja, doakan tahun ini InshaAllah kami bisa menjalin kerja sama dengan pesantren di luar negeri seperti di Yaman dan Mesir,” pungkasnya.yan/rds

