
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan vaksinasi dengue kepada ribuan siswa SD untuk melindungi tubuh mereka dari infeksi virus demam berdarah dengue (DBD).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin M Ramadhan di Banjarmasin, Jumat, menyampaikan, pemberian vaksinasi dengue kepada ribuan siswa SD di kota ini dijadwalkan pada Januari 2026.
“Target sasaran pada tahap awal ini sebanyak 7.500 siswa SD kelas 3 dan 4 pada 80 sekolah,” ujarnya.
Menurut dia, program ini sudah disiapkan cukup matang sehingga dapat segera dilaksanakan setelah libur sekolah.
Diungkapkan Ramadhan, vaksinasi dengue ini adalah program nasional, bahkan baru dilaksanakan pada tiga kota, yakni Jakarta, Palembang dan Banjarmasin.
“Kita siap menyukseskan program ini,” ujarnya.
Untuk yotal vaksin yang disalurkan dalam program ini sekitar 30 ribu dosis yang berasal dari hibah Takeda, yakni perusahaan biofarmasi global asal Jepang.
Dijelaskan Ramadhan, dengan suntik vaksin ini bisa membantu sistem imun mengenali dan melawan virus, sehingga dapat mengurangi risiko terkena demam berdarah.
“Terutama mencegah gejala yang parah, komplikasi serius seperti syok dan rawat inap,” ujarnya.
Menurut dia, program ini pada tahapan pelaksanaan sudah disosialisasikan, dilanjutkan dengan rekrutmen peserta dan penandatanganan persetujuan orang tua, kemudian pengambilan sampel darah guna mengetahui riwayat DBD sebelumnya.
Setelah itu, lanjut dia, vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali dengan jeda minimal tiga bulan, serta pemantauan kesehatan anak selama tiga tahun.
Menurut Ramadhan, terpilihnya Kota Banjarmasin sebagai lokasi pelaksanaan program nasional ini tidak terlepas dari tingginya angka kasus DBD.
Dikatakan dia, pada 2024, tercatat 3.236 kasus DBD dengan 16 kematian. Sementara pada 2025 hingga 10 November, jumlah kasus turun menjadi 460 kasus dengan satu kematian.
“Moga dengan program ini kita bisa menekan signifikan penyebaran kasus DBD,” ujarnya. ant

