
BANJARMASIN – Manajemen Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Banjarbaru, mengangkat kearifan lokal Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan berhias ornamen batu intan dan jukung atau dalam bahasa suku Banjar artinya perahu.
“Saat ini kami mengangkat kekayaan dan kearifan lokal Bumi Lambung Mangkurat melalui arsitektur yang terinspirasi dari bentuk intan dan perahu jukung,” kata General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor Stephanus Millyas Wardana di Banjarbaru, Senin.
Arsitektur yang terinspirasi dari bentuk intan dan jukung itu dapat terlihat dari sudut-sudut tegas dan bentuk alur yang meliuk baik keberangkatan maupun kedatangan.
Bagi para pengguna jasa rute domestik yang baru saja tiba tepat di taman sisi luar setelah pintu kaca telah berdiri instalasi ikon baru bertuliskan Banua yang terinspirasi dari budaya lokal.
Kata Banua menggunakan warna khas Kalimantan Selatan hingga bahasa khas Banjar yang dapat digunakan sebagai landmark baru para pelancong.
Tidak hanya itu, flow kedatangan yang baru memungkinkan para pengguna jasa rute domestik maupun internasional bertemu di satu titik yang sama untuk melakukan pemesanan land transport maupun area pick up zone.
“Tentunya hal ini merupakan salah satu upaya kami juga untuk mengurai potensi kemacetan di area kedatangan bagi para penjemput,” jelas Millyas.
Sementara itu, alur keberangkatan juga tidak kalah menarik dengan kondisi terkini.
Saat ini para pengantar dapat masuk lebih jauh hingga tepat sebelum area pemeriksaan keamanan.
Pun terdapat instalasi baru berupa giant photo frame di tengah area check-in yang dapat digunakan untuk berfoto bersama kerabat yang akan terbang.
Millyas menyatakan akhir tahun 2025 menjadi momentum Manajemen InJourney Airports untuk merefleksikan pelayanan dan fasilitas kebandarudaraan bagi para pengguna jasa.
Berkaca dari hal tersebut, berbagai langkah korektif dan inovatif dilakukan sebagai strategi dalam upaya peningkatan layanan pada tahun yang baru.
Hal ini sejalan dengan adanya peningkatan aktivitas penerbangan maupun pergerakan jumlah penumpang pada kuarta keempat periode 2025, terutama setelah adanya penerbangan internasional ke Kuala Lumpur, Malaysia. ant

