Mata Banua Online
Minggu, Februari 15, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Agenda Perpani 2025 Berbuah Panen Emas SEA Games Thailand

by Mata Banua
1 Januari 2026
in Olahraga
0
G:\2025\2026\Januari\2 Januari 2026\9\Olahraga Jumat\agenda.jpg
Pemanah Indonesia Diananda Choirunisa membidik sasaran saat melawan pemanah Vietnam Huyen Diep Trieu pada final nomor panahan Recurve perorangan Putri SEA Games 2025.(foto:mb/ant)

Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) menjalani 2025 sebagai tahun penguatan sistem pembinaan panahan nasional, yang ditutup dengan prestasi puncak berupa enam medali emas dan dua perunggu serta status juara umum cabang panahan pada SEA Games 2025 Thailand.

Sepanjang 2025, PB Perpani menjalankan rangkaian program pembinaan berjenjang yang mencakup keikutsertaan atlet pada ajang internasional, penguatan kompetisi nasional, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan pelatih dan wasit.

Berita Lainnya

Tottenham Kembali Telan Kekalahan

Tottenham Kembali Telan Kekalahan

11 Februari 2026
Pemain Futsal Indonesia Disebut Jadi Incaran 10 Tim Kuat Eropa

Pemain Futsal Indonesia Disebut Jadi Incaran 10 Tim Kuat Eropa

11 Februari 2026

“Kami percaya bahwa kemajuan panahan Indonesia tak hanya sebatas menjadi juara. Namun juga proses penguatan yang konsisten dan berkesinambungan dari mulai kompetisi usia dini hingga kemampuan pelatih dan wasit,” demikian pernyataan Perpani dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Rangkaian kegiatan dimulai pada April ketika PB Perpani mengirim delapan pemanah recurve mengikuti Hyundai World Archery Stage 1 di Auburndale, Florida, Amerika Serikat.

Indonesia menurunkan Ahmad Khoirul Baasith, Gusti Fazli Kertinegoro, Alviyanto Bagas Prastyadi, dan Riau Ega Agata Salsabilla di sektor putra, serta Diananda Choirunisa, Ayu Mareta Dyasari, Syifa Nurafifah Kamal, dan Fathiyya Erista Maharani di sektor putri.

Pada kejuaraan tersebut, tim Indonesia menempati peringkat delapan pada nomor recurve beregu dan beregu campuran, serta peringkat sembilan pada nomor recurve beregu putri.

Pada Mei, PB Perpani menyelenggarakan pelatihan wasit panahan tingkat nasional 2025 di Cikarang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut diikuti 61 wasit dari 23 provinsi, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas perwasitan panahan nasional.

Pada Juni, tim panahan recurve dan compound Indonesia tampil pada Asia Cup di Singapura dan meraih dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu.

Medali emas diraih dari nomor recurve beregu putri yang diperkuat Ayu Mareta Dyasari, Rezza Octavia, dan Diananda Choirunisa, serta recurve beregu campuran melalui pasangan Arif Pangestu dan Ayu Mareta Dyasari.

Medali perak disumbangkan Diananda Choirunisa dari nomor recurve perseorangan putri, sementara perunggu diraih Yurike Nina Bonita Pereira dari nomor compound perseorangan serta compound beregu campuran melalui pasangan Prima Wisnu Wardhana dan Nurisa Dian Ashrifah.

Masih pada bulan yang sama, Kejurnas Panahan Junior di Kudus, Jawa Tengah, mencatat rekor sebagai yang terbesar dalam sejarah dengan diikuti 876 pemanah dari 28 provinsi.

Pada Juli, pemanah compound Indonesia mengikuti Hyundai Archery World Cup Stage 4 di Madrid, Spanyol. Tim compound putri Indonesia mampu melaju hingga empat besar.

PB Perpani juga menyelenggarakan pelatihan pelatih panahan tingkat nasional 2025 di Karawaci, Tangerang, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Pada Agustus, tim junior panahan Indonesia berkompetisi pada World Archery Youth Championship di Winnipeg, Kanada, sebagai bagian dari program pembinaan atlet usia muda.

September menjadi catatan penting ketika Diananda Choirunisa berhasil menembus empat besar nomor recurve pada Hyundai World Archery Championship atau Kejuaraan Dunia.

Pada periode yang sama, PB Perpani menghadiri Kongres Panahan Dunia ke-56 bersama perwakilan dari sekitar 150 negara. PB Perpani juga bekerja sama dengan Kemenpora menggelar pelatihan pelatih panahan level utama nasional di Surabaya.

Pada Oktober, WSS Kejurnas Umum Panahan Bali 2025 digelar di Denpasar dan diikuti 409 atlet dari 22 provinsi, menjadi salah satu agenda nasional utama PB Perpani pada 2025.

Pada November, empat pemanah nasional dari nomor recurve dan compound mengikuti Asia Archery Championship 2025 sebagai ajang uji coba terakhir sebelum SEA Games.

PB Perpani juga bekerja sama dengan Kemenpora menyelenggarakan pelatihan pelatih panahan tingkat madya nasional di Jakarta, yang diikuti 30 peserta dari 26 provinsi.

Pada Desember, Kejurnas Antarklub MilkLife Archery Challenge digelar di Kudus, Jawa Tengah, dan diikuti 1.395 pemanah dari 116 klub. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper