Mata Banua Online
Sabtu, Februari 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pedagang Tolak Pembayaran Tunai Bisa Kena Pidana

by Mata Banua
28 Desember 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
G:\2025\Desember 2025\29 Desember 2025\7\7\hal 7 - 2 klm (Bawah) (2).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Badan Anggaran De­wan Perwakilan Rakyat (Ba­ng­gar DPR) RI mengingatkan pa­ra pelaku usaha agar tidak me­no­lak pembayaran tunai me­ng­gu­nakan rupiah. Penjual atau mer­chant yang menolak pem­ba­yar­an tunai rupiah dapat di­ke­na­kan sanksi pidana maksimal sa­tu tahun penjara dan denda hi­ng­ga Rp200 juta.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menegaskan rupiah me­ru­pakan alat pembayaran ya­ng sah dan wajib diterima di se­lu­ruh wilayah Indonesia. Ke­ten­tu­an tersebut diatur secara jelas da­lam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Berita Lainnya

Otorita Siapkan Jalan Akses Utama KIPP IKN

Otorita Siapkan Jalan Akses Utama KIPP IKN

12 Februari 2026
Danantara Ambil Alih Proyek PLTSa Samarinda

Danantara Ambil Alih Proyek PLTSa Samarinda

12 Februari 2026

“Sesuai undang-undang ter­se­but, rupiah adalah alat pem­ba­yaran yang sah dan berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Oleh sebab itu, tidak di­per­ke­nan­kan bagi pihak manapun me­no­lak penggunaan mata uang ru­piah di dalam negeri,” kata Said da­lam keterangannya di Jakarta, me­ngutip Antara.

Pernyataan ini disampaikan Sa­id merespons viralnya sebuah vi­deo di media sosial yang mem­perlihatkan seorang konsumen lan­jut usia ditolak pembayaran tu­nai oleh sebuah toko roti. Vi­deo yang diunggah akun In­sta­gram @arli_alcatraz itu merekam ke­jadian di sebuah halte Tran­s­ja­karta kawasan Monas.

Dalam video tersebut, kon­su­men terlihat memprotes karena to­ko roti hanya melayani pem­ba­yaran menggunakan QRIS dan me­nolak uang tunai. Peristiwa itu pun menuai kritik warganet dan memantik perbincangan soal ke­wajiban menerima rupiah se­ba­gai alat pembayaran.

Said menilai pemerintah dan DPR perlu meningkatkan edu­ka­si kepada masyarakat dan pe­la­ku usaha agar tidak sem­ba­ra­ng­an menolak pembayaran tunai ru­piah. Menurutnya, penolakan ter­se­but bukan sekadar per­so­al­an layanan, tetapi berpotensi me­nim­bulkan konsekuensi hukum.

Ia juga mendorong Bank In­donesia (BI) untuk aktif me­ng­edukasi publik bahwa rupiah te­tap menjadi mata uang nasional dan alat pembayaran yang sah, mes­ki transaksi digital semakin ma­sif digunakan.

“Penggunaan pembayaran non­tunai kami dukung, tetapi jan­gan sampai menutup opsi pem­bayaran tunai. Selama be­lum ada revisi aturan, pem­ba­yar­an tunai rupiah wajib di­te­ri­ma,” ujarnya.

Said menambahkan, di ban­yak negara maju sekalipun, pem­ba­yaran tunai masih tetap di­la­ya­ni. Ia mencontohkan Sing­a­pu­ra yang masih menerima pem­ba­yaran tunai hingga batas ter­ten­tu, meskipun sistem cashless di negara tersebut sangat maju.

Selain itu, kondisi geografis Indonesia yang belum se­lu­ruh­nya terjangkau jaringan internet men­jadi alasan kuat mengapa op­si pembayaran tunai harus te­tap tersedia. Di sisi lain, tingkat li­terasi keuangan masyarakat In­do­nesia jua dinilai masih relatif re­n­dah.

“Oleh karena itu, BI perlu me­nekankan hal ini kepada para p­e­laku usaha dan menindak pihak yang menolak penggunaan ru­piah sebagai mata uang na­si­o­nal,” pungkas Said. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper