
MARABAHAN – Dua orang pria yang tengah memasang antena orari di tepi Jalan Raya Trans Kalimantan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), kesetrum aliran listrik tegangan tinggi.
“Ada dua orang pria yang kesetrum listrik dekat jembatan tembus Terminal Induk Handil Bakti,” warga teriak, membuat pengendara menghentikan laju motor untuk melihat.
Suasana panik warga yang mencoba memberikan pertolongan. Satu kondisi kritis dan tak sadarkan diri, sedangkan satu lainnya masih sadar namun mengalami luka.
Kedua korban selamat dari maut dan hanya mengalami luka bakar, pada peristiwa Kamis (11/12) sekitar pukul 17.10 Wita.
Dari informasi terhimpun dari lokasi kejadian, menurut tetangga korban korban adalah pemilik toko Valcom dan service semua alat ilektronik.
Baru beberapa hari toko ini buka. “Kita belum saling kenal, namanya juga belum tahu siapa,” jelas Ida, pemilik toko di sebelahnya.
Keduanya baru memasang antena orari jenis YG semua dari besi, memasang di depan toko yang diatasnya ada melintang kabel PLN tegangan tinggi.
Keduanya kaget saat antenan menyentuh kabel tegangan tinggi dan ada suara ledakan saat antena mencantol kabel milik PLN. “Keduanya jatuh ke tanah dati ketinggian, syukurnya mereka selamat dan hanya mengalami luka bakar,” kata Ida.
Sementara itu dalam pantauan di lapangan, kedua korban terlihat mukanya pucat, warga pun berdatangan dan memberikan pertolongan.
Jalanan menuju Terminal Induk Handil Bakti pun sempat terjadi perlambatan, karena warga pengendara berhenti untuk sekedar melihat kejadian.
“Tadi ayah sama temannya memasang antena orari, kaget juga pas tahu kesetrum,” kata isteri korban sembari berlalu membawa suaminya ke mobil ambulan.
Sementara itu warga sangat menyayangkan, kedua korban yang memasang antena orari dibawah kabel tegangan tinggi dan antena jelas sangat dekat dengan kabel PLN.
Korban hampir pingsan dan tak bisa berbicara, keduanya hanya meringis kesakitan, warga pun memberikan bantuan awal agar kedua korban siuman. sam/ani

