
JAKARTA – Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Osmar Silalahi mengatakan, per hari Rabu (9/12), jumlah korban banjir dan longsor Sumatera yang mengungsi mencapai 902.545 orang.
Kendati demikian, Omar mengklaim ada penurunan jumlah pengungsi korban bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) tersebut.
“Ada penurunan, ini sebuah kemajuan,” kata dia saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan data yang dimiliki Osmar, tercatat ada 1.047.107 warga korban banjir dan tanah longsor yang mengungsi di beberapa posko dan tenda pengungsian pada Senin (8/12) sebelumnya.
Osmar menilai hal tersebut pertanda bahwa beberapa korban perlahan mulai pindah ke kediaman masing-masing untuk kembali beraktivitas. Osmar mengatakan seluruh personel masih akan dikerahkan untuk mengantar logistik, membuka jalur darat hingga memaksimalkan proses evakuasi di lokasi bencana.
Osmar juga memastikan seluruh pesawat angkut, helikopter TNI hingga kapal perang akan terus dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan logistik untuk korban bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
Sementara, berdasarkan data terakhir yang dihimpun, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera mencapai 969 orang.
Data itu dikutip Dashboard Penanganan Bencana Darurat Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar BNPB pada Rabu (10/12) Pukul 09.23 WIB. Dengan rincian korban meninggal dunia Aceh sebanyak 391 jiwa, Sumut 340 jiwa, dan Sumbar 238 jiwa.
Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat sebanyak 262 jiwa dinyatakan masih hilang. ant

