
BANJARMASIN- Anggota Komisi III Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) HM Rosehan NB meminta jaminan kepada pemerintah agar Bandara Syamsudin Noor tetap menjadi bandara internasional.
Hal itu menjadi kekhawatiran Rosehan apabila tiba-tiba maskapai menghentikan penerbangan ke Kuala Lumpur, Malaysia. “Entah alasan sepi penumpang atau mereka mengambil penerbangan di tempat lain,” ujarnya, Selasa (9/12).
Ia juga mengatakan kepada pihak Angkasa Pura untuk meminta jaminan dari pemerintah provinsi terkait hal tersebut, dan membuka penerbangan internasional lain selain ke Kuala Lumpur.
“Paling gampang adalah umroh. Terkait penerbangan umroh bisa dikoordinasi pemerintah provinsi. Jadi semua travel berkewajiban satu suara agar penerbangan umroh langsung menuju Jeddah atau Madinah, tidak perlu harus ke Jakarta atau Surabaya lagi,” jelasnya.
Menurutnya, selain membuka jalur penerbangan internasional lainnya, tentu juga memberikan manfaat bagi masyarakat di Kalsel.
“Yang pasti akan menghemat waktu, kemudian juga menghemat biaya. Jika kita mesti ke Jakarta atau Surabaya lagi tentu ada tambahan paling tidak Rp 3 juta, belum lagi untuk biaya menginap di Jakarta,” ucapnya.
Mantan Wakil Gubernur Kalsel itu menambahkan, seharusnya ketika Presiden Jokowi saat ingin menetapkan Syamsuddin Noor sebagai bandara internasional, pihak Angkasa Pura juga meminta jaminan kepada pemerintah provinsi.
“Jangan sampai tahun depan dicabut gara-gara penerbangan ke Kuala Lumpur tiba-tiba kosong atau sepi. Saat ini memang penerbangannya masih 70 persen, tetapi itu sebagian besar di isi jemaah umroh yang berangkat lewat Malaysia,” katanya. rds

