Mata Banua Online
Selasa, Maret 3, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

IPASN Instrumen Penting Penilaian Kualitas ASN

by Mata Banua
4 Desember 2025
in Martapura
0
D:\2025\Desember 2025\5 Desember 2025\5\hal 5\sac.jpg
SEKDA Banjar H Yudi Andrea memberikan sambutan saat membuka Bimbingan Teknis Perhitungan Penilaian IPASN dan Teknik Penginputan Data Realisasi Pengembangan Kompetensi Teknis di lingkungan Pemkab Banjar.(foto:mb/ist)

MARTAPURA – Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) menjadi instrumen penting dalam menilai kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Yang meliputi unsur kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea mewakili Bupati Banjar, saat membuka Bimbingan Teknis Perhitungan Penilaian IPASN dan Teknik Penginputan Data Realisasi Pengembangan Kompetensi Teknis di lingkungan Pemkab Banjar.

Berita Lainnya

Bupati Ajak Masyarakat Jaga Infrastruktur

Bupati Ajak Masyarakat Jaga Infrastruktur

2 Maret 2026
Tingkatkan Pembangunan, Bupati Serahkan Bantuan Hibah

Tingkatkan Pembangunan, Bupati Serahkan Bantuan Hibah

2 Maret 2026

Di depan para peserta bimtek yang diadakan di Aula BKPSDM Martapura, Rabu (3/12), Yudi menjelaskan, penilaian ini dilakukan secara berkala, melalui aplikasi terintegrasi dengan data kepegawaian.

Yudi menegaskan, pengukuran IPASN bertujuan mengetahui tingkat profesionalisme ASN, sekaligus mendukung penerapan sistem meritokrasi di setiap instansi pemerintah.

Ia menekankan, dimensi kompetensi memiliki bobot penilaian terbesar, sehingga memerlukan perhatian lebih serius dari para ASN.

Oleh karena itu, pengukuran Indeks Profesionalitas ASN sangat penting sebagai dasar penerapan sistem merit yang adil. Kompetensi, kinerja dan disiplin menjadi faktor utama dalam manajemen karir ASN.

“Hasil pengukuran ini menjadi gambaran tingkat profesionalitas aparatur di setiap unit kerja,” ujarnya.

Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru Bajoe Loedi Hargono, selaku narasumber bimtek menjelaskan, hasil pemetaan profesionalitas ASN nantinya digunakan sebagai dasar mutasi, rotasi dan promosi pegawai di Kabupaten Banjar.

Ia juga memperkenalkan sistem manajemen talenta terbaru, yang diharapkan dapat memperkuat pengembangan potensi ASN.

“Harapannya, profesionalisme dan kualitas SDM ASN di Kabupaten Banjar semakin meningkat. Jumlah SDM sebenarnya sudah cukup, hanya perlu penguatan potensi,” ucapnya. ril/dio

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper