
TANAH BUMBU – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Bumbu untuk memonitor pengembangan Kelapa Genjah sebagai salah satu komoditas unggulan perkebunan daerah.
Kegiatan ini dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel H Suripno Sumas bersama anggota lainnya, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Heri Purwanto SPt MS di Kantor Kecamatan Satui, Jalan Sumpul Km 7 RT 10, Makmur Mulia, beberapa waktu lalu.
Kedatangan rombongan Wakil Rakyat Kalsel ini diterima Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu yang diwakili Kepala Bidang Perkebunan Agus DW.
Monitoring ini bertujuan memastikan kelancaran pelaksanaan program pengembangan Kelapa Genjah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan sektor perkebunan dan perekonomian masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi II DPRD Kalsel bersama jajaran dinas perkebunan membahas berbagai aspek pengembangan Kelapa Genjah, mulai dari strategi peningkatan produktivitas, tantangan teknis yang dihadapi petani, hingga langkah-langkah solusi yang dapat dilakukan.
Pengembangan komoditas ini juga diharapkan mendukung peningkatan produksi pangan dan memperkuat upaya percepatan swasembada di Kalsel.
“Komisi II DPRD Kalsel berkomitmen membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani, serta mendorong keberhasilan program pengembangan Kelapa Genjah. Dengan monitoring ini, kami berharap produktivitas Kelapa Genjah meningkat dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah, sekaligus menjadikan Tanah Bumbu sebagai salah satu kabupaten penyangga dalam pertumbuhan sektor perkebunan,” ucap Suripno Sumas.
Pada kesempatan itu, ia menjelaskan penanaman Kelapa Genjah di Tanah Bumbu telah mulai berjalan, dan pihaknya mendorong agar pengembangannya dilakukan di hamparan lahan yang lebih luas sehingga ke depan memungkinkan dibangunnya fasilitas pengolahan, termasuk pabrik kelapa.
“Kami menyiapkan lahan seluas 300 hektar. Pada tahun pertama, petani Kelapa Genjah akan menerima bantuan sekitar Rp 80 juta. Ke depan tentu akan terus kami tindaklanjuti,” katanya.
Sementara, Kepala Bidang Perkebunan Agus DW menyampaikan bahwa pengadaan bibit dalam bentuk biji merupakan metode yang lebih aman dan berkualitas untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan 300 hektar lahan khusus di wilayah Satui sebagai lokasi pengembangan Kelapa Genjah, seiring dengan upaya mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih fokus pada komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Selain Kelapa Genjah, masyarakat juga mulai mengembangkan komoditas lain seperti Kopi Robusta dan tanaman pertanian lainnya.
Sementara, Heri Purwanto dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kalsel menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel siap memberikan dukungan penuh kepada Kabupaten Tanah Bumbu dalam memperluas pengembangan Kelapa Genjah sebagai sektor unggulan daerah. rds

