
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi kepada Badan Eksekutif mahasiswa BEM se-Kalsel. Apresiasi ini disampaikan saat menerima seluruh aksi unjuk rasa BEM se-Kalsel di dalam ruang sidang paripurna DPRD Kalsel.
Audensi ini dipimpin Ketua DPRD Kalsel H Supian HK didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel H Muhammad Alpiya Rakhman SE MM, Wakil Ketua Komisi IV Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, Anggota Komisi III H Rosehan NB, Sekretaris Komisi I Ilham Nor, dan Anggota Komisi III Agus Mulia Husin.
Pada pertemuan itu, aliansi masyarakat dan mahasiswa se-Kalsel mendesak DPRD Kalsel menyuarakan sikap kritis kepada DPR RI dan Pemerintah Pusat terkait percepatan pembahasan dan rencana pengesahan RUU Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang mengandung pasal-pasal berpotensi melanggar HAM dan prinsip keadilan dalam penegakan hukum.
Selain itu, mereka juga menuntut pembatalan terhadap penetapan Taman Nasional Meratus yang mengancam ruang hidup masyarakat dan dilakukan tanpa kajian sosial lingkungan yang memadai.
“Kami berasal dari rakyat untuk rakyat, Alhamdullilah Kalsel dalam kondisi aman,” ucap Supian HK, Rabu (26/11) sore.
Ia mengungkapkan, rencana surat hasil audensi tersebut akan di antarkan pada Senin (1/12) mendatang. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Polda Kalsel yang telah menjaga hingga kondisi aman dan damai,” ujarnya.
Supian pun berharap ke depannya jangan ada lagi hal seperti kericuhan kemarin, dan jika ada yang ingin disampaikan ua mempersilakan untuk datang ke DPRD Kalsel.
“Yang jelas Kalsel aman hingga saat ini dan juga menjadi contoh bahwa masyarakat Kalsel itu damai,” pungkasnya. rds

