Mata Banua Online
Senin, Februari 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kalsel Komitmen Percepat Rehabilitasi Lahan Kritis

by Mata Banua
24 November 2025
in Banjarmasin, Indonesiana
0
D:\2025\November 2025\25 November 2025\2\Kalsel Komitmen Percepat Rehabilitasi Lahan Kritis.jpg
Muhammad Syarifuddin.(foto:mb/ist)

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menyatakan komitmen untuk mempercepat rehabilitasi lahan kritis di daerah itu.

“Kita berkomitmen mempercepat rehabilitasi lahan kritis, antara lain dengan melakukan penanaman pohon,” ucapnya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Kalsel M Syarifuddin pada pembukaan peningkatan kapasitas tata kelola emisi gas rumah kaca yang digelar Dinas Kehutanan Kalsel, Senin (24/11).

Berita Lainnya

Air Bersih PAM Bandarmasih Dipastikan Aman Dikonsumsi

Air Bersih PAM Bandarmasih Dipastikan Aman Dikonsumsi

1 Februari 2026
Charity for Palestine, Sekretariat DPRD Salurkan Donasi ke Baznas

Charity for Palestine, Sekretariat DPRD Salurkan Donasi ke Baznas

1 Februari 2026

Gubernur Muhidin berharap dalam rangka mempercepat rehabilitasi lahan kritis tersebut, maka dibutuhkan inovasi tata kelola hutan yang lebih agresif. “Saya berharap dalam penanganan lahan kritis di Kalsel yang jumlahnya masih cukup besar itu dibutuhkan inovasi yang lebih agresif,” katanya.

Terpisah, Sekda Kalsel M Syarifuddin menyampaikan apresiasi atas upaya pengurangan lahan kritis yang cukup signifikan di Kalsel. “Pemprov Kalsel terus mendukung upaya pengurangan lahan kritis. Hal itu tentu harus dilaksanakan secara sinergi dan berkolaborasi dengan stakehorlder di Banua,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Hj Fathimatuzzahra menambahkan, luas lahan kritis di Kalsel setiap tahun terus berkurang dari 611 ribu hektar, data tahun 2022 tinggal 458 ribu hektar.

“Kita akan terus melakukan penanaman pohon bersama masyarakat rangka pemulihan lahan kritis,” katanya.

Menyinggung kegiatan peningkatan kapasitas tata kelola emisi gas rumah kaca, ia mengungkapkan penanaman pohon di lahan kritis tersebut sebagai salah satu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dari langkah-langkah penghijauan lahan di Kalsel, lanjut dia, Kalsel mendapat insentif dari pemerintah tahun 2023 sebesar Rp 50,4 miliar, dan dari dana tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan penghijauan lagi.

“Kita berada pada urutan lima secara nasional yang menerima insentif penurunan emisi gas rumah kaca. Hal itu harus bisa dipertahankan di masa mendatang, sehingga aset kawasan hutan yang menghasilkan karbon terus bertambah,” ujarnya. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper