Mata Banua Online
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Purbaya Bakal Cacah Baju Impor Ilegal

by Mata Banua
16 November 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\November 2025\17 November 2025\7\7\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg
DIDAUR ULANG – Kemenkeu akan mencacah baju impor ilegal yang diamankan negara, kedepannya tidak lagi dimusnahkan dengan cara dibakar.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Menteri Keuangan (Men­keu) Purbaya Yudhi Sadewa ba­kal mencacah baju impor ilegal yang di­amankan negara, tidak lagi dimus­nah­kan dengan cara dibakar.

Ia menyebut pembakaran baju ilegal menghabiskan biaya yang tak sedikit, setidaknya pemerintah harus me­rogoh Rp12 juta per kontainer. Ka­re­nanya, ia merasa dirugikan jika sistem pe­musnahan tersebut terus dijalankan.

Berita Lainnya

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

12 Maret 2026
Para Pekerja sedang Memproduksi Kue Kering

Para Pekerja sedang Memproduksi Kue Kering

12 Maret 2026

“Ini juga atas arahan Presiden (Prabowo Subianto), mesti di­man­faatkan, jangan dibakar begitu saja. Kita pi­kir-pikir gimana, ‘Pak, boleh gak kita ca­cah ulang?’, boleh katanya,” jelas Pur­baya dalam Media Briefing di Ke­men­terian Keuangan, Jakarta Pusat.

“Jadi, kita ketemu dengan AGTI (Aso­siasi Garmen dan Tekstil In­do­ne­sia), menawarkan ‘Bisa gak mereka men­cacah ulang balpres itu?’. Nanti se­ba­gian mereka pakai, sebagian dijual ke UMKM dengan harga murah. Me­reka mau, ada beberapa pengusaha ya­ng sudah siap,” tegasnya.

Sang Bendahara Negara ingin ada ke­putusan resmi terkait implementasi pen­cacahan baju impor ilegal tersebut. Ia bahkan memerintahkan anak buahnya untuk segera mengeluarkan barang-ba­rang sitaan yang ada di gudang.

Ia menjelaskan pencacahan itu ber­manfaat karena bisa menjadi bahan ba­ku untuk para pengusaha lokal. Di lain sisi, UMKM bisa mendapatkan bahan baku dengan biaya lebih murah.

“Saya juga sudah bicara dengan Menteri UMKM, Pak Maman (Abdurrahman), beliau setuju dengan kerja sama seperti ini. Karena yang tahu nama UMKM-nya kan beliau, kalau saya kan enggak tahu. Nanti distribusi UMKM-nya lewat pak menteri UMKM,” tutur Purbaya.

Purbaya juga mengungkapkan ala­san mengapa hanya menggandeng AGTI, padahal banyak asosiasi tekstil dan pakaian tekstil (TPT) di Indonesia. Ia menyebut eksekusi ini menyesuaikan de­ngan alat pencacah yang diklaim di­m­iliki para anggota AGTI.

Anak buah Presiden Prabowo Subianto itu juga khawatir program ini ti­dak berjalan jika melibatkan terlalu ban­yak pihak.

Namun, Purbaya tak menutup pintu ba­gi para asosiasi tekstil yang sanggup mem­bantu mencacah barang-barang im­por ilegal tersebut. cnn/mb06

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper