
BANJARMASIN – Kembali dipenuhi alunan musik tradisi dari berbagai daerah Nusantara. Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2025 “Antasan Banjar Ethnogroove” telah memasuki hari kedua di Panggung Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (30/08) malam.
Acara ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan upaya serius pemerintah dalam menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi sekaligus menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Banua.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR menegaskan bahwa tradisi tidak boleh sirna begitu saja, tetapi harus terus dihidupkan.
“Melalui FMTI 2025, kami ingin meneguhkan posisi Banjarmasin sebagai ruang ekspresi seni budaya Nusantara sekaligus mendorong lahirnya ekosistem ekonomi kreatif. Tradisi tidak boleh sekadar dikenang, tapi mesti terus dihidupkan,” kata Yamin dalam sambutannya.
Festival ini digelar bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin. Menurutnya, momen tersebut menjadi hadiah istimewa yang menunjukkan Banjarmasin sebagai kota ramah, terbuka, dan penuh kreativitas.
“Banjarmasin adalah Kota Sungai, kota budaya, dan bagian dari jaringan Kota Pusaka Indonesia. Melalui festival ini, kita ingin menampilkan wajah kota yang berbudaya sekaligus berdaya saing,” ujarnya.
Tidak hanya pemerintah daerah, dukungan juga datang dari Kementerian Kebudayaan. Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra menyebut festival ini sebagai puncak dukungan terhadap ekosistem musik yang berbasis pada tradisi pelestarian budaya.
“Ini baru pertama kali digelar di Kalsel, di Banjarmasin, dan menurut saya sangat luar biasa. Festival musik tradisi bukan hanya mengenalkan, tapi juga memperkuat agar masyarakat tidak melupakan warisan budaya. Kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi ?” tegas Mahendra.
Ia menambahkan, FMTI menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan seni tradisi. “Kita tidak menolak modernitas, tetapi jangan sampai warisan musik kita hilang tertelan zaman. Justru kita harus mengemasnya agar bisa dinikmati anak muda,” katanya.
Masyarakat yang hadir malam itu terlihat antusias. Selain menjadi tontonan, festival ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara musisi, komunitas seni, dan masyarakat. Pemerintah kota berharap, event ini bisa berkelanjutan dan berdampak nyata, baik bagi kelestarian budaya maupun ekonomi kreatif di daerah.
“Budaya adalah warisan luhur. Mari kita rawat bersama dan titipkan untuk generasi mendatang,” tutup Yamin dengan penuh harap.via/rds