Jumat, Agustus 29, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
No Result
View All Result
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Maulid Nabi dan Momentum Refleksi Diri

by Mata Banua
28 Agustus 2025
in Opini
0

Nanang Qosim, S.Pd.I.,M.Pd (Dosen Agama Islam Poltekkes Kemenkes Semarang, Takmir Masjid Az Zaman Nur,Peneliti dan Penulis Buku)

Peringatan maulid Nabi Muhammad Saw mempunyai arti penting bagi kita semua. Dalam catatan sejarah terdapat berbagai pendapat mengenai waktu tepat lahirnya Nabi Muhammad Saw. Baik mengenai tahun, bulan, hari maupun tanggalnya. Ibnu Katsir dalam Kitab Al Bidayah wa Al nihayah (juz II, 206-267) juga menjelaskan keanekaragaman pendapat para ulama tentang kelahiran panutan umat Islam di seluruh dunia ini.

Artikel Lainnya

Beras 5 Kg Tak Sesuai Takaran

Delapan Dekade Merdeka, Pendidikan dan Kesehatan Masih Jauh dari Harapan

28 Agustus 2025
Beras 5 Kg Tak Sesuai Takaran

Pajak Sumber Kesengsaraan Rakyat

28 Agustus 2025
Load More

Di Indonesia dikenalkan dengan tahun gajah sebagai tahun lahirnya Nabi Muhammad Saw, 12 Rabi’ul Awal sebagai tanggal lahirnya dan hari Senin sebagai hari lahirnya. Namun, diluar itu, ternyata terdapat berbagai asumsi tentang hal tersebut. Menurut Ibnu Abbas, Nabi lahir tepat pada saat peristiwa penyerbuan pasukan bergajah pimpinan Raja Abrahah Al Habsy. Sedangkan menurut Abu Ja’far Al Baqir, Nabi dilahirkan 55 hari setelah peristiwa tersebut. Lain lagidengan pendapat Abu Zakaria Al Ajalani yang menyatakan bahwa Nabi dilahirkan empat tahun setelah tahun gajah.

Selanjutnya mengenai bulan lahirnya Nabi, sebagian ulama berpendapat kelahiran Nabi pada bulan Rabi’ul Awwal seperti dipercaya hingga saat ini. Ibnu Hazm menyatakan bahwa kelahiran Nabi jatuh pada 8 Rabi’ul Awwal. Sedangkan Ibnu Ishaq berpendapat pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Ada juga yang berpendapat antara tanggal 2, 9, dan 17 Rabi’ul Awwal. Namun ternyata selain di bulan Rabi’ul Awwal beberapa ulama lain ada yang berpendapat pada bulan Muharram, Safar dan Rajab meski pendapat ini banyak yang menentang. Hari lahir Nabi pun juga tak lepas dari kontroversi, ada yang berasumsi pada hari Senin dan ada pula yang mengatakan hari Jumat.

Perbedaanpendapat para ulama mengenaiwaktukelahiran Nabi Muhammad Sawmerupakanhal yang wajar, sebab pada masa itu belum adat radisi pencatatan tanggal kelahiran seperti yang kita kenal sekarang. Karena itu, hingga kini tidak ditemukan kesepakatan tunggal mengenaiwaktu yang tepat. Namun, Sayyid Muhammad ibn Alawi Al-Maliki dalam kitab adz-Dzakhâir al-Muhammadiyyah menegaskan bahwa kelahiran Nabi Muhammad Saw terjadipada bulan Rabi‘ul Awwal menurut pendapat yang paling shahih, bukan pada bulan Muharram, Rajab, Ramadhan, atau bulan-bulan mulia lainnya.

Mengutip dari pernyataan Sayyid Muhammad ibn Alawi Al-Maliki bahwa Nabi Muhammad Saw tidaklah mulia karena waktu atau bulan kelahirannya. Justru sebaliknya, bulan itu menjadi mulia karena dipilih Allah sebagai waktu kelahiran Nabi. Hal yang sama berlaku bagi tempat; bukan Nabi yang mendapat kemuliaan dari tempat kelahiran, melainkan tempat itulah yang dimuliakan karena menjadi saksi kelahiran beliau.

Sayyid Muhammad ibn Alawi Al-Maliki hamper samadenganpandanganSyekh Az-Zarqanidalamal-Mawahib al-Laduniyyahserta Ibnu Hajar al-HaitamidalamAsyrafulWasail. Keduanyamenegaskanbahwakemuliaan Nabi Muhammad Sawadalahmurniberasaldaripribadibeliausendiri, bukankarenafaktorwaktuatautempat. Dengan kata lain, Nabi tidakmulialantaranlahir di bulanDzulhijjahatau Ramadhan, melainkankarenahakikatbeliausendirisebagaiinsantermulia yang dihadirkan Allah di mukabumi.Memang, sebagian menilai suatu hal yang sangat sulit juga harus menetapkan secara persis kelahiran nabi agung dan mulia, seperti juga nabi-nabi sebelumnya, tetapi tetap kita sandarkan pada pendapat yang shahih.

Mayoritas Umat Islam

Meski demikian, dalam penanggalan Indonesia Maulid Nabi Muhammad Saw ditetapkan pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal, dan diperingati pula oleh mayoritas umat Islam pada tanggal tersebut. Banyak hal yang dilakukan sebagai bentuk perayaan atas lahirnya Nabi Muhammad Saw hingga saat ini, mulai dari berkumpul bersama untuk membaca sholawat, pembacaan tarikh nabi, pengajian akbar, dan lain sebagainya. Meskipun kemudian ritual-ritual perayaan tersebut mendapat kritikan dari sebagian kecil masyarakat di Indonesia, tentunya dikarenakan perbedaan dalam pemahaman Al Qur’an maupun Hadits.

Anggapan perayaan maulid Nabi sebagai bentuk sesuatu yang diada-adakan setelah zaman Rasulullah Saw atau disebut bid’ah dijadikan alasannya. Menyatakan sesuai dalil naqli bahwa setiap bid’ah adalah sesat sering diungkapkan. Meskipun kemudian menurut pandangan ulama madzhab Syafii mengatakan bahwa bid’ah itu ada dua, yaitu bid’ah yang terpuji dan, yang tercela. Yang sesuai dengan sunah Nabi itulah yang terpuji sedangkan yang bertentangan dengan sunah Nabi itulah yang tercela (Hilyatul Auliyaa Karya Abu Na’im (IX/113) dan Fathul Baari (XIII/253).

Begitulah gambaran dari dulu hingga masa kini yang sering menjadi bahan perdebatan antara golongan yang pro dan kontra terhadap peringatan maulid Nabi. Setiap kelompok tentunya memiliki dasar sendiri-sendiri dalam setiap tindakan yang dilakukan. Memaksakan dasar yang dimiliki untuk juga menjadi dasar orang lain dalam bertindak, yang mana orang lain tersebut juga memiliki dasar sendiri jelas tidak bisa dibenarkan. Apalagi jika kemudian setiap perdebatan itu tidak atas niatan menegakkan agama, akan tetapi untuk memamerkan ketinggian intelektual yang dimiliki semata. Sangat memprihatinkan jika ternyata itu yang terjadi.

Karena itu, akan lebih baik jika perbedaan pendapat karena dasar yang dimiliki masing-masing itu saling dihargai daripada harus diperselisihkan yang kemudian menimbulkan perpecahan. Bukankah Rasulullah Saw tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk memelihara perpecahan karena perselisihan pendapat. Salah besar jika pada momen kelahiran Nabi kita malah mengiringi dengan hal-hal yang tak diajarkan bahkan tercela.

Bahan Refleksi Diri

Maulid Nabi Muhammad Saw seharusnya bisa menjadi bahan refleksi diri. Mengingat kembali perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam menyiarkan agama Islam yang tentunya tidak mudah. Bagaimana beliau bersikap dalam menghadapi setiap rintangan yang diberikan musuh-musuh Islam ketika itu. Apa saja yang telah beliau ajarkan pada umatnya di tengah rong-rongan kaum kafir yang tak henti-hentinya mengancam.

Poin refleksi diri selanjutnya adalah apakah keteladanan yang beliau tunjukkan dalam setiap tingkah laku maupun ucapannya telah kita jalankan? Ketika beliau menjadi seorang pemimpin rakyat, ketika beliau menjadi orang tua terhadap anak-anaknya, ketika beliau bersikap dengan seluruh lapisan masyarakat, dan teladan-teladan yang lainnya. Bukankah sangat banyak risalah yang disampaikan.

Salahkan jika kita mengaku bangsa dengan mayoritas penduduk beragama Islam, namun tindakan kriminal dilancarkan di mana-mana. Pencurian, pencopetan, penganiyaan bahkan pembunuhan seakan menjadi hal biasa dikalangan masyarakat. Belum lagi kasus-kasus para pejabat yang korup, menindas rakyat jelata dengan kecendekiaannya memainkan laporan-laporan keuangan.

Masihkah terus menerus berselisih dengan asumsi-asumsi pribadi golongan, di tengah keadaan bangsa yang kian galau. Negeri ini sedang membutuhkan kerja nyata dari warganya yang mengaku beragama dengan misi rahmatan lilalamin. Bukan sekedar adu mulut yang katanya untuk menegakkan agama namun sebenarnya jauh dari tujuan itu. Jadikanlah Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 H tahun ini sebagai ajang refleksi diri atas kelalaian yang terjadi selama ini. Semoga.

 

ShareTweetShare

Search

No Result
View All Result

Jl. Lingkar Dalam Selatan No. 87 RT. 32 Pekapuran Raya Banjarmasin 70234

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA