
BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menginstruksikan Dinas Pendidikan (DIsdik), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) memperbaiki ratusan ruang belajar sekolah yang rusak.
“Jangan sampai generasi kita terhambat hanya karena fasilitas sekolah yang tidak layak,” ucap Yamin di Banjarmasin, Kamis.
Berdasarkan data Disdik Banjarmasin hingga 2025, jumlah ruang kelas yang rusak, yakni SD sebanyak 500 ruangan sekolah mengalami rusak ringan, 241 ruangan rusak sedang, dan 221 ruangan rusak berat.
Sedangkan, SMP terdiri dari sebanyak 186 ruangan rusak ringan, 81 ruangan rusak sedang dan 95 ruangan rusak berat.
Yamin pun sempat meninjau salah satu bangunan yang memprihatinkan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Basirih, Banjarmasin Selatan.
Sesuai pantauan di lapangan, Yamin menyatakan SDN 10 Basirih harus diperbaiki secepatnya untuk memenuhi fasilitas dan sarana belajar mengajar yang standar.
“Kita sudah melihat langsung bagaimana kondisinya. Termasuk akses jalannya yang rusak,” tuturnya.
Menurut Yamin, kondisi sarana dan fasilitas sekolah yang tidak layak masuk faktor menghambat kegiatan belajar anak-anak.
Tentunya, kata Yamin, tidak hanya SDN 10 Basirih saja, namun juga sekolah lainnya yang juga membutuhkan perhatian.
Yamin menyatakan, bahwa perbaikan ruang kelas atau fisik gedung sekolah harus dilakukan secara permanen, tidak lagi setengah-setengah.
Bahkan dia berkeinginan membangun sepuluh sekolah unggulan yang gedung sekolahnya berstandar nasional.
“Setiap kecamatan ada dua sekolah semacam itu, ini untuk peningkatan kualitas pendidikan di daerah kita,” ujarnya.
Yamin menilai kondisi fasilitas menjadi salah satu faktor rendahnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sana.
“Jika tidak layak, mana mau orang tua menyekolahkan anaknya di sana, ini yang harus kita benahi bersama dengan maksimal,” ujarnya. ant