Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Wisatawan Cenderung Ingin Nikmati Kuliner Khas Kalsel

by Mata Banua
3 Juli 2025
in Banjarmasin, Indonesiana
0
D:\2025\Juli 2025\4 Juli 2025\2\2\New Folder\Wisatawan Cenderung Ingin Nikmati Kuliner Khas Kalsel.jpg
KEPALA Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka FGD Analisis Pasar Pariwisata Kalsel Tahun 2025.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin mengakui saat ini wisatawan yang berkunjung ke Kalsel cendrung ingin menikmati kuliner khas tradisional Banjar.

“Saat ini kebanyakan dari pada wisatawan domestik, wisatawan Nusantara maupun wisatawan Mancanegara sudah beralih kepada wisata kuliner, ” ujarnya, Selasa (1/7).

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

Hal itu disampaikannya usai membuka Fokus Discusion Group (FGD) Analisis pasar Pariwisata yang di gelar Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel.

Menurutnya, para wisatawan itu tampak penasaran dan ingin mencoba kuliner khas Banjar/tradisional khas Kalsel.

“Artinya ini menunjukan arah kebutuhan wisatawan mulai terjadi perubahan, yang dulunya suka akan kriya, fashion dan lainnya, sekarang cenderung kepada kuliner khas Banjar,” ucapnya.

Karena itu, lanjut dia, kebutuhan akan analisis pasar pariwisata perlu bersama didiskusikan. “FGD yang dilaksanakan ini kita perlu masukan-masukan yang potensial dan positif bagi kepariwisataan Banua, perekonomian masyarakat, peningkatan sumber daya, dan lainnya,” katanya.

Sementara, analis pasar pariwisata Dewi Setiawan mengatakan, trending saat ini adalah Geopark Meratus beserta kekayaan budaya dan pernak pernik ke khas lainnya.

“Karena itu Kalsel harus dapat memetakan serta mencoba membangun wisata Banua secara berkelanjutan dan berkesinambungan sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya.

Ketua panitia pelaksana Rezeki Amelia SE MM menambahkan, kegiatan FGD analis pasar pariwisata di ikuti seluruh dinas pariwisata kabupaten/kota se-Kalsel.

Selain itu, peserta juga berasal dari BPS, BI, bappeda, seluruh asosiasi wisata seperti PHRI, ASPERWI, ASITA dan lainnya. ril/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper