
BANJARBARU – Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menjajaki potensi rute penerbangan Internasional setelah resmi kembali menyandang status sebagai Bandar Udara Internasional.
“Kami jalin komunikasi intensif ke sejumlah maskapai yang berminat membuka rute Internasional,” kata General Manager Bandara Syamsudin Noor Khaerul Assidiqi, Minggu (8/9).
Ia mengungkapkan, rute Malaysia dan Singapura paling terbuka untuk di jajaki, mengingat dua negara ini cukup banyak peminatnya.
Bahkan, dua negara ini menjadi destinasi favorit yang paling banyak diinginkan masyarakat Kalsel jika ada penerbangan Internasional.
Khaerul menyatakan, langkah ini tentu memerlukan dukungan pemerintah serta masyarakat di Kalsel guna mendorong agar lalu lintas udara Internasional dari dan ke Kalsel bisa tumbuh dan berkembang.
Konektivitas Internasional juga di yakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan dan juga pariwisata di Kalsel semakin maju.
Diketahui, pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 30 Tahun 2025 menetapkan Bandara Syamsudin Noor berstatus Internasional.
Penetapan status ini merupakan hasil dari rangkaian proses panjang pemastian kesiapan infrastruktur, sarana dan prasarana di bandara dalam pemenuhan ketentuan untuk pelayanan penerbangan Internasional.
Termasuk dukungan dari seluruh kementerian terkait sebagai dasar permohonan yang disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin kepada Kementerian Perhubungan.

