
Tabalong – Polres Tabalong melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2025, Senin (26/5).
Apel di pimpin Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana sebagai bentuk kesiapan seluruh stakeholder dalam menghadapi ancaman karhutla.
Dalam apel tersebut, kapolres menekankan bahwa karhutla merupakan isu kritikal yang bersifat periodik dan menjadi ancaman ekologis serius, khususnya menjelang musim kemarau di Indonesia.
“Kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar peristiwa alamiah, melainkan sebuah kejadian kompleks yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan mulai dari sosial kemasyarakatan, stabilitas pemerintahan, keamanan, hingga sektor-sektor strategis lainnya,” katanya.
Ia menyampaikan, berdasarkan proyeksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi peningkatan signifikan kejadian karhutla selama musim kemarau tahun 2025.
Musim kemarau diperkirakan akan berlangsung secara bertahap mulai akhir April hingga Juni, dengan puncaknya pada Juni hingga Agustus.
Ia pun menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi serta menanganinya. Wahyu juga mengingatkan jajarannya untuk terus melakukan sosialisasi, patroli terpadu, serta deteksi dini di daerah rawan karhutla.
“Kami mengajak seluruh pihak baik dari instansi pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan agar tidak terjadi kebakaran lahan yang merusak lingkungan,” ucap kapolres.
Menurutnya, selain merusak lingkungan dan mengganggu, karhutla juga dapat menimbulkan kabut asap yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama dalam bentuk gangguan pernapasan seperti ISPA.
“Untuk itu penyampaian informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat merupakan kunci dalam upaya mitigasi risiko secara efektif,” pungkasnya.
Melalui apel ini, diharapkan seluruh elemen siap siaga menghadapi potensi karhutla demi menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat di Kabupaten Tabalong. yan

