
JAKARTA – Emas saat ini menjadi instrumen investasi paling diminati masyarakat. Ketertarikan masyarakat terhadap logam mulia tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga secara drastis akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Kini harga logam mulia pada level Rp2 juta lebih seperti prediksi sejumlah ekonom.
Di sisi lain, Dolar AS (USD) menjadi salah satu mata uang terkuat di dunia. Versi XE.com, Dolar masuk dalam 10 daftar mata uang terkuat dunia di awal 2025.
Lantas lebih menguntungkan investasi emas atau dolar?
Melansir laman Pegadaian, Anda sebaiknya mengenali dulu keuntungan dan kerugian sebelum memutuskan untuk menabung Dolar AS atau emas. Emas adalah salah satu aset berharga yang dapat diandalkan saat kondisi perekonomian dunia tidak kondusif.
Tidak seperti yang merupakan mata uang, emas adalah aset yang nilainya tidak sering mengalami perubahan.
Sebaliknya, nilai emas cenderung naik setiap tahun sehingga membuatnya menjadi pilihan investasi yang aman untuk pemula. Adapun risiko dari investasi atau menabung emas adalah menyimpan aset berbentuk fisik ini sendiri. Emas batangan perlu disimpan dengan sangat hati-hati seperti di brankas sendiri.
Jika tujuan investasi Anda adalah untuk pemenuhan kebutuhan jangka panjang, maka sebaiknya pilihlah emas. Emas cenderung mengalami kenaikan nilai meskipun terkesan cukup lama.
Sebagai contoh, emas batangan 3,23 gram bisa dibeli dengan harga Rp1 juta pada tahun 2009. Namun, pada tahun 2019, dibutuhkan uang sekitar Rp2.099.319 untuk membeli emas dengan berat yang sama.
Hal tersebut membuktikan kenaikan nilai aset sebesar 110 persen dalam kisaran waktu 10 tahun. Adapun hal yang sama tidak berlaku untuk penukaran mata uang dolar terhadap rupiah.
Sedangkan, Dolar AS merupakan salah satu mata uang terkuat di dunia. Nilai tukarnya stabil dan cenderung menguat setiap tahun sekalipun terjadi perubahan kurs.
Posisinya yang stabil di pasar menyebabkan Dolar AS menjadi salah satu mata uang yang tidak goyah ketika devaluasi atau resesi terjadi. Aspek tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan investasi Dolar atau emas. Dolar AS pun bisa menjadi pilihan investasi atau tabungan yang tepat ketika akan melancong ke Amerika.
Namun, menabung Dolar AS memiliki risiko kerugian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan menabung emas. Investasi Dolar AS dalam jangka panjang merupakan tantangan tersendiri. Mengingat, mata uang Amerika yang kuat di pasar global ini nilainya sering mengalami perubahan.
Dengan ini, Dolar AS adalah valuta asing yang cocok untuk dijadikan tabungan atau investasi dalam jangka pendek. Dalam beberapa waktu tertentu, Dolar biasanya mengalami kenaikan nilai yang cukup tinggi sehingga dapat memberikan keuntungan dalam jumlah besar.
Sebagai contoh, posisi Dolar AS menguat saat resesi pada periode Maret 2020. Hal tersebut membuat banyak investor berbondong-bondong melakukan panic selling untuk mendapatkan keuntungan lebih.
Kenaikan nilai yang tajam membuat dolar saat terjadi resesi global menjadi pilihan tabungan atau investasi yang menggiurkan. mdk/mb06