
TANJUNG- Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi,Senin (14/4).
Kepala BKPSDM Tabalong, H Erwan Mardani, menyampaikan, FGD tersebut digelar terkait penataan tenaga non Aparatur Sipil Negara (ASN) dan peluncuran aplikasi Smart Birokrasi 2.0.”FGD tersebut juga digelar untuk penataan sistem merit melalui manajemen talenta, penguatan tata kelola SDM aparatur, hingga penyerahan SK pensiun,” jelasnya.
Selain itu FGD ini juga diikuti oleh seluruh pimpinan perangkat daerah dan unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabalong.”Tujuannya adalah memberikan pemahaman tentang penggunaan aplikasi Smart Birokrasi, penataan ASN, serta penyusunan sistem informasi manajemen talenta,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk menyelesaikan berbagai persoalan terkait tenaga non-ASN di Tabalong.Sementara itu, Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, menegaskan pentingnya pembangunan SDM aparatur sebagai kunci keberhasilan pembangunan daerah.
“Oleh karena itu Pemerintah akan terus berkomitmen untuk selalu memperkuat sistem manajemen SDM, baik pada ASN maupun non ASN,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan FGD ini sangat strategis karena dapat menjadi wadah untuk menyinergikan kebijakan, menyusun langkah penataan tenaga non-ASN, serta mengoptimalkan penerapan sistem merit.
“Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI dan semangat reformasi birokrasi yang menekankan pentingnya pengelolaan SDM secara adil, kompetitif, dan berorientasi pada kinerja,” pungkasnya.
Dalam FGD ini, turut hadir narasumber dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat, Deputi Bidang Sistem Informasi dan Digitalisasi Manajemen Aparatur Sipil Negara, Suharmen yang memberikan pandangan mengenai pengawasan sistem merit ASN serta penataan tenaga non ASN.yan/rds

