
BANJARBARU – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari pengelolaan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin tahun 2025 sebesar Rp 15 miliar.
“Kita menargetkan penerima PAD dari Tahura Sultan Adam tahun 2025 sebesar Rp15 miliar, atau naik sekitar 50 persen dari tahun lalu,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Hj Fathimatuzzahra, Selasa (25/3).
Menurut Aya –sapaan akrabnya, peningkatan penerimaan PAD dari Tahura Sultan Adam tersebut sangat realistis, mengingat di tahun lalu dari target Rp 10 miliar ternyata telah terealisasi lebih dari Rp 11 miliar.
Sedangkan di tahun 2025 ini, selama dua bulan (Januari-Februari) pihaknya telah menerima realisasi pendapatan dari dua kawasan wisata di Tahura Sultan Adam, yakni Site Mandiangin dan Bukit Batu mencapai Rp 1,9 miliar.
Rencana peningkatan pendapatan dari Tahura Sultam Adam itu, dibarengi penambahan sejumlah destinasi wisata yang bisa dinikmati pengunjung baik di kawasan Mandiangin maupun Bukit Batu.
“Saya meyakini melalui penambahan sejumlah destinasi wisata tersebut akan mampu menambah daya tarik bagi masyarakat untuk mengunjungi kawasan Mandiangin dan Bukit Batu yang selama ini menjadi andalan,” ujarnya.
Aya menyebutkan, ada sejumlah penambahan obyek wisata dan sarana serta prasarana wisata baru di kawasan Tahura Sultan Adam Mandiangin dan kawasan Bukit Batu.
“Untuk kawasan destinasi Bukit Batu, pembangunan pendopo pertemuan, sport foto, gazebo, dermaga apung, serta adanya kerja sama dengan PT Mahakarya Energi untuk penyediaan jetski, sepeda listrik dan sekuter listrik,” ucapnya.
Sedangkan di site Mandiangin, lanjutnya, pembangunan Villa Paralayang, Plaza Jokowi, gazebo, sport foto, sejumlah event kegiatan seperti trail run, lomba fotografer dan musik.
Sementara, untuk kerja sama dengan Shafwah berupa pembangunan cafe langit satu unit, glamping lima unit, bobocabin tiga unit. ani