Mata Banua Online
Senin, Februari 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dewan Soroti Madrasah Minim Bantuan

by Mata Banua
25 Maret 2025
in DPRD Kalsel, Indonesiana
0
D:\2025\Maret 2025\26 Maret 2025\2\Dewan Soroti Madrasah Minim Bantuan.jpg
ANGGOTA DPRD Kalsel Achmar Maulana.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti nasib madrasah di Banua.

Banyaknya madrasah yang masih minim bantuan dari pemerintah menjadi keprihatinan tersendiri, terutama jika dibandingkan dengan sekolah umum yang mendapatkan dukungan penuh baik dari segi fasilitas, tenaga pengajar, maupun pembangunan.

Berita Lainnya

Supian HK Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

Supian HK Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

2 Februari 2026
Suripno Harapkan Pahami Hukum Pidana Baru

Suripno Harapkan Pahami Hukum Pidana Baru

2 Februari 2026

Menurut anggota DPRD Kalsel Achmar Maulana, keadaan ini semakin di perparah dengan alasan bahwa madrasah berada di bawah kewenangan Kementerian Agama (vertikal), sehingga pemerintah provinsi dan kabupaten kerap menghindar dari tanggung jawab.

Padahal, lanjut dia, jika ada kemauan banyak cara yang bisa di tempuh agar madrasah juga mendapatkan dukungan yang layak, seperti skema hibah atau pendampingan berbasis regulasi yang jelas.

“Kenapa sekolah umum bisa mendapat hibah, tapi madrasah dan santri tidak. Seharusnya ada pemetaan dan pendampingan agar madrasah yang memenuhi syarat bisa mendapatkan bantuan,” ujarnya usai rapat RPJMD Kalsel tahun 2025-2029 di Gedung DPRD Kalsel, Selasa (25/3) siang.

Ia menambahkan, dengan kondisi ini pemerintah daerah diharapkan tidak hanya sebatas melakukan pembinaan, tetapi juga mengambil langkah nyata agar madrasah tidak terus-menerus dipinggirkan.

“Jika tidak segera ada solusi, masa depan pendidikan berbasis agama di Kalsel bisa semakin terancam,” pungkasnya. rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper