
BANJARMASIN – PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Banjarmasin mengajak ibu-ibu di Kelurahan Kuin Cerucuk, untuk membudidayakan tanaman cabai.
Community Development Officer PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Banjarmasin, Adi Lukman Arifin mengatakan dipilihnya tanaman cabai ini karena salah satu penyebab inflasi, karena harganya sering mengalami kenaikan.
Pihaknya sengaja mengajak ibu-ibu dalam konsep urban Farming Budidaya Lombok dalam Polybag melalui program Pertamina Hijau sebagai penguatan ketahanan pangan dan upaya menekan inflasi.
“Seperti kita tahu, salah satu faktor penyumbang angka inflasi itu adalah cabai yang harganya saat ini tinggi. Jadi kita menekan inflasi dari tingkat paling dasar yakni rumah tangga dulu,” ucap Adi, di Kuin Cerucuk, Jumat (7/3).
Dengan memberdayakan ibu-ibu kader posyandu dan Dasawisma di Kelurahan Kuin Cerucuk diharapkan bisa merawat dan memanen tanaman cabainya sendiri yang telah diberikan.
Ia memastikan program ketahanan pangan dan upaya menekan inflasi ini akan terus berkelanjutan dengan melakukan evaluasi terukur.
“Nanti kita lihat yang sudah berhasil budidaya cabai akan kita support dengan tanaman lain. Entah nanti tanaman sayuran yang lain, contohnya seperti tomat. Intinya tanaman yang kami bagi bukan yang sekali panen tapi kontinyu,” jelasnya.
Selain itu, program membagikan pula 80 pohon cabai yang diintegrasikan dengan program darurat sampah yang mana sampah rumah tangga organik bisa dijadikan pupuk untuk tanaman yang telah diberikan.
Sementara, Lurah Kuin Cerucuk, Haris Fadilah sangat mengapresiasi kegiatan dari program Pertamina Patra Niaga yang telah memberdayakan para ibu kader posyandu dan dasawisma untuk ketahanan pangan dan menekan angka inflasi yang dimulai dengan menanam pohon cabai sendiri di rumah.
Terlebih, kondisi darurat sampah di Kota Banjarmasin saat ini. Tentu diharapkan bisa memanfaatkan sampah organik rumah tangga untuk pupuk tanaman cabai yang mereka rawat.
“Selain membiasakan mereka menanam sendiri di rumah. Tentunya ini juga salah satu upaya dalam mengurangi sampah organik dengan membuat pupuk sendiri untuk tanaman cabai yang dibagikan tadi,” pungkasnya. via