Mata Banua Online
Minggu, Februari 8, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BPBD Lakukan Pendekatan Spiritual dalam Mitigasi Bencana

by Mata Banua
9 Maret 2025
in Balangan, Daerah
0

 

BERMUNAJAT-Kegiatan Balangan Bermunajat merupakan salah satu inovasi BPBD Balangan dan juga dalam rangka mitigasi non-struktural dalam penanggulangan bencana. (foto:mb/ist)

PARINGIN-Selain melakukan mitigasi bencana secara struktural, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan juga menjalankan mitigasi non-struktural, salah satunya melalui inovasi Balangan Bermunajat.

Berita Lainnya

90 Usulan Pembangunan Mengemuka di Musrenbang Paringin

90 Usulan Pembangunan Mengemuka di Musrenbang Paringin

5 Februari 2026
Inovasi Klinik Monalisa untuk Transparansi Dana Desa

Inovasi Klinik Monalisa untuk Transparansi Dana Desa

4 Februari 2026

Program yang telah berjalan selama tiga tahun ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana, khususnya saat musim penghujan, melalui doa bersama.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan, H. Rahmi, Jumat (7/3/2025) menjelaskan, bahwa Balangan Bermunajat merupakan bentuk ikhtiar kolektif yang mengombinasikan pendekatan struktural, non-struktural, dan spiritual dalam menghadapi bencana.

“Kami berupaya melengkapi langkah-langkah mitigasi bencana dengan pendekatan spiritual. Dengan adanya doa bersama, kami berharap masyarakat lebih siap secara mental dan rohani dalam menghadapi kemungkinan bencana,” ujar Rahmi.

BPBD Balangan juga bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Balangan, untuk mengedarkan surat imbauan kepada seluruh tempat ibadah agar turut serta dalam kegiatan doa bersama.

Selain itu, program ini sejalan dengan Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang mewajibkan pemerintah daerah memberian informasi mengenai potensi bencana kepada masyarakat.

“Ketika memasuki bulan-bulan yang ditetapkan sebagai status siaga atau darurat bencana, kami akan terus mensosialisasikan program ini kepada masyarakat,” tambah H Rahmi.

Meskipun telah berjalan selama tiga tahun, BPBD Balangan mengakui, masih menghadapi tantangan dalam memenuhi standar indikator inovasi. Salah satu kendalanya adalah sulitnya mengukur efektivitas pendekatan berbasis spiritual dalam mitigasi bencana karena tidak memiliki indikator kuantitatif yang jelas.

Meskipun begitu, BPBD Balangan tetap optimistis bahwa inovasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami berharap pendekatan ini dapat melengkapi strategi mitigasi bencana lainnya serta semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan,” pungkasnya. (rel/mb03}}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper