Minggu, Agustus 31, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
No Result
View All Result
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Hotel Mulai Diterpa Gelombang PHK

by Mata Banua
5 Maret 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Gelombang pemutusan hubungan ker­ja (PHK) massal mulai menerpa industri pe­ho­telan imbas kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum Indonesian Hotel General Manager As­so­ci­a­tion (IHGMA) Arya Pering Arimbawa mengatakan sebagian ho­tel bergantung pada acara dan kun­jungan kerja pemerintah.

Artikel Lainnya

D:\2025\Agustus 2025\29 Agustus 2025\7\7\aSC.jpg

Harga Minyakita Melonjak Tidak Logis

28 Agustus 2025
D:\2025\Agustus 2025\29 Agustus 2025\7\7\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg

Harga Emas Perhiasan 24K Rp 1.603.000

28 Agustus 2025
Load More

Dengan kebijakan efisiensi, me­reka otomatis harus menekan bia­ya operasional, termasuk gaji pe­gawai.

“Pasti mengurangi lagi te­na­ga kerja. Langkah awalnya tadi, ten­aga harian atau tenaga casual. Dan nantinya pasti menjadi un­paid leave beberapa karyawan,” ujar Arya pada jumpa pers di Ja­karta.

IHGMA menaungi sekitar 1.000 hotel dari Aceh hingga Pa­pua. Mereka menggelar survei de­ngan sampel 315 hotel untuk me­ngetahui dampak efisiensi ang­garan terhadap perhotelan.

Hasilnya, pengusaha-pe­ng­u­sa­ha hotel bintang tiga mengaku pen­dapatan mereka turun hingga 100 persen. Senada, hotel bintang empat terdampak dengan pen­da­patan merun sampai 60 persen.

“Terutama pada bintang em­pat yang melaporkan potensi ke­ru­gian lebih dari Rp3 miliar per ho­tel selama efisiensi dilakukan, per satu hotel,” ujar Wakil Ketua Umum IHGMA Garna Sobhara Swara.

Garna mengatakan kerugian itu merembet ke berbagai hal. Misalnya, hotel-hotel me­ng­u­ra­ngi pembelian pasokan dari ra­tus­an supplier, mulai dari bahan ma­kanan hingga keperluan hotel.

Selain itu, pengusaha hotel ju­ga mulai mengurangi pegawai. Me­nurutnya, gelombang PHK akan membesar bila efisiensi ang­garan dilanjutkan.

“Jika kondisi tidak membaik, mem­pertimbangkan PHK secara umum, jumlah karyawan ter­dam­pak bisa berkisaran kurang lebih 10 sampai dengan 50 orang di ho­tel menengah atau lebih banyak la­gi di hotel yang lebih besar,” ucap­nya.

HGMA berharap pemerintah mau duduk bareng para pe­ng­usaha hotel untuk menyikapi hal ini. Mereka ingin mengajukan beberapa usulan mengenai ef­i­si­en­si anggaran.

Pertama, efisiensi dilakukan se­cara bertahap agar bisa disertai eva­luasi dampak. Kedua, insentif pe­ng­urangan pajak perhotelan. Ke­tiga, subsidi atau bantuan lang­sung perhotelan. Keempat, re­lak­sasi kebijakan terkait operasional hotel.

Sebelumnya, Prabowo me­la­ku­kan efisiensi anggaran. Dia me­nekan pada penghapusan ke­giatan perjalanan dinas dan acara se­remonial di hotel-hotel.

Prabowo mengklaim bisa me­nghemat anggaran lebih dari Rp300 triliun. Dia ingin me­lan­jutkan kebijakan itu hingga me­ng­hemat Rp750 triliun. cnn/mb06

 

ShareTweetShare

Search

No Result
View All Result

Jl. Lingkar Dalam Selatan No. 87 RT. 32 Pekapuran Raya Banjarmasin 70234

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA