Mata Banua Online
Senin, Januari 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Harga Minyakita Melambung Tinggi

by Mata Banua
13 Februari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Februari 2025\14 Februari 2025\7\7\7\master 7.jpg
HARGA MINYAKITA MELOMJAK – Harga Minyakita saat ini terus melambung di atas Haga Eceran Tertinggi (HET) hingga Rp17 ribu per liter, padahal harusnya hanya sebesar Rp 15.700 per liter dan bahkan beberapa daerah terjadi kelangkaan. Kondisi ini sangat memprihatikan mengingat sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Komisi VI DPR Nasim Khan mendesak Menteri Perdagangan (Men­dag) Budi Santoso segera mengambil la­ng­kah konkret untuk menekan harga Minyakita ya­ng saat ini terus melambung di atas Haga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter.

Menjelang bulan suci Ramadhan, Nasim menyoroti tidak hanya kenaikan har­ga tetapi juga kelangkaan minyak goreng ber­subsidi tersebut di pasaran.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\19 Januari 2026\7\7\7\master 7.jpg

Pembelian Beras SPHP Diperlonggar

18 Januari 2026
G:\2026\Januari\19 Januari 2026\7\7\7\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg

Harga Beras, Minyak Goreng, Hingga Daging Melandai

18 Januari 2026

“Kondisi hari ini yang sudah mau men­jelang Ramadhan, HET Minyakita bukan han­ya harganya melambung tinggi tapi se­ka­rang langka,” ujar Nasim saat rapat kerja de­ngan Menteri BUMN Erick Thohir di Ge­dung DPR, Jakarta, Kamis.

Menurut Nasim, harga Minyakita di la­pa­ngan kini jauh dari ketentuan pemerintah. Nasim mengaku memiliki bukti harga eceran te­lah mencapai Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu per liter.

“Jujur saya punya buktinya HET Min­ya­kita yang ditetapkan sebesar Rp 15.700 per liter, kenyataan di lapangan sekarang har­ganya dijual di atas Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu per liter, satu dus Minyakita bisa Rp250 ribu hingga Rp 300 ribu di kios-kios,” ucap politikus PKB tersebut.

Nasim mempertanyakan efektivitas pe­ng­awasan dan penindakan oleh Satgas Pa­ng­an serta langkah konkret pemerintah da­lam mengatasi persoalan ini. Nasim menilai kon­disi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-la­rut, apalagi jika hanya akan ditangani saat men­jelang Lebaran.

“Apa ini mau ditangkap semua, lalu di­la­pokan ke mana? Agen pengecer mau ti­dak mau tetap beli karena masyarakat bu­tuh. Apa ini sudah menjadi tradisi mem­bi­ar­kan seperti ini? Apakah nunggu Ra­ma­dhan dan Lebaran dulu baru dikeluarkan min­yak dengan harga yang luar biasa?” tanya Nasim.

Nasim mengapresiasi langkah Ke­men­te­rian Perdagangan yang telah me­ng­e­lu­ar­kan aturan kepada pengusaha dan di­s­tri­bu­tor. Namun, Nasim me­ne­gas­kan­ mas­ya­rakat juga perlu mendapatkan gambaran jelas mengenai pihak-pihak yang ber­ta­ng­gu­ng jawab atas lonjakan harga ini.

“Saya paham Pak Menteri Perdagangan su­dah mengeluarkan aturan kepada pe­ng­usaha dan distributor, tapi kami butuh gam­baran siapa yang bermasalah. Apa gu­na­nya ada Satgas Pangan kalau masyarakat ti­dak tahu,” kata Nasim. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper