Mata Banua Online
Jumat, Januari 16, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ternyata tak Sama, Ini Bedanya Antara Sakit Kepala dan Pusing

by Mata Banua
12 Februari 2025
in Mozaik
0
D:\2025\Februari 2025\113 Februari 2025\11\Halaman 1-11 Kamis\ternyata.jpg
(foto:mb/web)

 

Dokter spesialis saraf lulusan Universitas Sam Ratulangi dr Jeffry Foraldy Haryanto menjelaskan sakit kepala dengan pusing merupakan hal mirip namun tidak sama. Menurut Jeffry, sakit kepala dengan pusing yang perlu dibedakan adalah sensasi dari sakit yang dirasakan.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\13 Januari 2026\11\Halaman 1-11 Selasa\7 air.jpg

7 Air Rebusan Ini Bisa Membersihkan Pembuluh Darah, Cegah Stroke

12 Januari 2026
G:\2026\Januari\13 Januari 2026\11\Halaman 1-11 Selasa\apa.jpg

Apa Beda Super Flu Subclade K dan Flu Musiman? Ini Penjelasan Dokter

12 Januari 2026

“Kadang sebenarnya dia itu pusing tapi ternyata sakit kepala. Ada yang sakit kepala tapi ternyata dia pusing. Jadi dua hal ini sebenarnya mirip tapi tidak sama. Kalau untuk sakit kepala dengan pusing itu yang perlu kita bedakan sensasinya,” kata dr Jeffry Foraldy Haryanto, Kamis (6/2/2025)

Dokter yang praktik di Rumah Sakit Hermina Bitung itu mengatakan pusing memiliki sensasi yang lebih ke perasaan, seperti merasakan berputar, sensasi tidak seimbang atau bergoyang. Sementara sakit kepala memiliki sensasi bermacam-macam tapi umumnya nyeri seperti berdenyut, ditekan, teremas, terikat atau ditusuk-tusuk.

“Ada beberapa kondisi itu sakit kepala juga bisa disertai dengan pusing, mual, muntah. Jadi bisa saja beberapa gejala itu menjadi satu,” ucap dia.

Jeffry juga menjelaskan secara umum sakit kepala terbagi menjadi dua, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer tidak disebabkan oleh penyakit lain, sementara sakit kepala sekunder bisa disebabkan oleh penyakit lain.

“Kalau yang sakit kepala primer ini, hampir sebagian besar tuh sakit kepala itu tidak berbahaya tidak mengancam jiwa. Nah yang sekunder ini yang berbahaya,” kata dia.

Jeffry menjelaskan sakit kepala primer memiliki tiga macam tipenya, yaitu sakit kepala tipe tegang atau tension, migrain atau sakit kepala sebelah dan tipe yang cukup jarang, yaitu sakit kepala klaster.

Sementara sakit kepala sekunder bisa disebabkan oleh penyakit lain dengan kondisi, di antaranya seperti rongga mulut, gigi, tenggorokan, radang, infeksi telinga, daerah hidung seperti sinusitis, mata dengan glukoma.

“Tapi kalau di dalam otak itu yang penyebabnya berbahaya. Bisa kayak tumor otak, perdarahan otak, stroke, penyumbatan atau ada infeksi seperti meningitis,” ujarnya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper