Mata Banua Online
Jumat, Maret 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Menbud Berharap Museum Kayuh Baimbai Menjadi Museum Hidup

by Mata Banua
9 Februari 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\Februari 2025\11 Februari 2025\5\Hal 5\Walikota Ibnu Sina dan Menbud Fadli Zon.jpg
WALIKOTA Ibnu Sina dan Menbud Fadli Zon saat Museum Kayum Baimbai. (Foto:mb/via)

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mendampingi Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon berkeliling ke sejumlah tempat bernilai sejarah di kota ini, seperti Makam Sultan Suriansyah dan Makam Pangeran Antasari, serta Masjid Sultan Suriansyah, Sabtu (8/2).

Selain memperkenalkan budaya di kota berjuluk Seribu Sungai ini, Walikota Ibnu Sina juga mengajak menbud berziarah religi ke sejumlah tempat.

Berita Lainnya

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

12 Maret 2026
Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

12 Maret 2026

Salah satu kawasan budaya yang menarik perhatian Menbud Fadli Zon adalah Museum Kayuh Baimbai Kota Banjarmasin. Menurutnya, Museum Kayuh Baimbai memberikan visi atau informasi yang sangat menggambarkan Kota Banjarmasin, dikarenakan letaknya yang tepat berada di tepi Sungai Martapura.

“Saya melihat bahwa ini adalah salah satu museum yang memberikan visi tentang lahirnya Kota Banjarmasin yang dulu memang kota sungai,” ujar Fadli Zon.

Menurutnya, peninggalan budaya material seperti senjata-senjata tradisional menambah nilai informatif. Ia berharap keberadaan museum ini harus tetap hidup untuk menjadi jembatan bagi generasi sekarang guna mengenal sejarah dan kebudayaan asli lokal.

“Tanpa adanya museum, mungkin kita kesulitan untuk menjembatani masa lalu dengan masa kini, tapi kita berharap ini menjadi museum yang hidup. Banyak aktivitas terutama untuk literasi edukasi tentang kota, tentang sejarahnya, budayanya, peradabannya,” jelasnya.

Di sisi lain, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina berharap eksistensi dari Museum Kayuh Baimbai dapat terus terjaga dan dirasakan oleh masyarakat untuk mengenal sejarah tentang peradaban Kota Banjarmasin.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat agar dapat mengembangkan museum tentang Kota Banjarmasin tersebut,” harapnya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper