Mata Banua Online
Rabu, Januari 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bansos Beras 10 Kg Dihentikan

by Mata Banua
5 Februari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Februari 2025\6 Februari 2025\7\hal Ekonomi (06   Februari)\dv.jpg
BATAL DISALURKAN – Pemerintah menangguhkan sementara penyaluran bantuan sosial beras 10 kg untuk 16 juta masyarakat kurang mampu. Penghentian ini karena anggaran digunakan untuk Perum Bulog gar bisa menyerap 3 juta ton beras dari petani. (foto:mb/web)

JAKARTA – Pemerintah menghentikan sementara penyaluran bantuan sosial beras untuk 16 juta masyarakat kurang mampu.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan penghentian sementara itu dilakukan karena pemerintah akan menggeser anggaran Bantuan Pangan Rp16,6 triliun terlebih dulu untuk Perum Bulog.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\15 Januari 2026\7\7\master 7.jpg

Harga Daging Sapi Terus Melonjak

14 Januari 2026
G:\2026\Januari\15 Januari 2026\7\7\sdvd.jpg

Harga Emas Antam hingga Pegadaian Tembus Lebih Rp2,6 Juta

14 Januari 2026

Anggaran akan digunakan untuk menyerap 3 juta ton beras dari petani. “Fokusnya kemarin pemindahan Rp16,6 triliun ke Bulog, supaya Bulog itu punya kas di depan. Jadi Pak Presiden (Prabowo Subianto) perintahnya tegas bahwa itu harus diserap. Ini uangnya (Rp16,6 triliun),” ujar Arief.

“Untuk sementara Januari, Februari kita setop Bulog supaya kita bisa dorong harga gabah di petani itu bisa naik,” jelasnya.

Ia mengatakan keputusan pengalihan anggaran itu diambil untuk memastikan stabilitas harga gabah di tingkat petani serta menjaga ketahanan pangan nasional.

Ketika ditanya apakah penghentian bantuan pangan akan berlangsung selama enam bulan, Arief menegaskan bahwa anggaran tersebut tidak benar-benar dihentikan, melainkan dialokasikan terlebih dahulu untuk penyerapan gabah dan beras.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penyaluran bantuan pangan ditunda karena saat ini sudah memasuki panen raya.

Penundaan bantuan beras dilakukan untuk menjaga harga gabah di tingkat petani. Harga gabah dikhawatirkan anjlok jika bantuan disalurkan saat musim panen.

Harga gabah katanya harus sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kg.

“Bukan disetop bantuan pangan. Karena sekarang sedang panen raya, Februari, Maret, dan April. Ini panen raya kita enggak boleh bagi dulu dong. Nanti harga (gabah)di petani turun. Karena harga (gabah) di petani harus Rp6.500,” katanya.

Zulhas, mengatakan bantuan pangan tetap akan dibagikan tetapi setelah panen raya usai. Jumlahnya sebanyak 900 ribu ton beras dengan total anggaran Rp16,6 triliun. Namun, Zulhas belum bisa memastikan kapan pastinya bantuan pangan akan mulai disalurkan.

Pemerintah berencana menyalurkan bantuan pangan selama enam bulan. Untuk dua bulan pertama awalnya ditetapkan akan diberikan pada Januari dan Februari.

Sementara empat bulan lagi masih belum dipastikan kapan akan dimulai. Namun kini pemerintah menunda penyaluran yang harusnya dimulai Januari.bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper