Mata Banua Online
Minggu, Maret 15, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Masyarakat Teriak Susahnya Beli Gas 3 Kg

by Mata Banua
3 Februari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Februari 2025\4 Februari 2025\7\7\sddvv.jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Emak-emak memprotes aturan pemerintah yang melarang pengecer atau warung menjual LPG 3 kg. Mereka curhat aturan ini hanya akan mempersulit dan menambah beban masyarakat yang ingin membeli gas melon.

Selama ini, emak-emak mendapatkan gas melon dari warung dekat rumah, yang jaraknya dekat sehingga tak perlu naik kendaraan Selain itu, jam buka-tutup warung pun lebih fleksibel, tak seperti jam operasional pangkalan dan agen resmi.

Berita Lainnya

Polda dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

Polda dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

14 Maret 2026
Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

12 Maret 2026

“Ribet lah, nanti kalau kita lagi masak tengah malem, apalagi pas bulan puasa, jam 03.00 WIB terus gas abis, kita mau cari di mana? Agen jauh, pom bensin jauh,” kata Khairiyah, ibu rumah tangga asal Pondok Arem, Tangerang Selatan, Indonesia, Senin (3/2).

Ia meminta pemerintah meninjau ulang larangan ini karena hanya menyusahkan masyarakat. “Pinginnya sih kaya semula ya (warung boleh jual LPG 3 kg), biar rakyat nggak susah,” pungkasnya.

Senada, Titisari juga menolak aturan ini. Ibu rumah tangga asal Jurang Mangu, Tangsel, ini mengaku kebingungan mencari gas melon jika warung dilarang menjualnya.

Ia keberatan jika harus membeli di agen resmi atau SPBU. Sebab, Titisari harus berkendara dulu karena jaraknya jauh dari rumah. Terlebih, ia tak punya kendaraan. “Cari ke agen, agen jauh dari sini Pom bensin juga jauh. Siapa yang mau ke sana, mana kendaraan nggak ada,” katanya, mengeluh.

Ulyati juga teriak menolak jika warung dilarang jualan gas bersubsidi tersebut. Ia mengatakan agen dan pangkalan resmi LPG 3 kg di daerahnya sudah tutup pada sore hari. Sementara, ada kondisi di mana ibu rumah tangga ini mendadak membutuhkan LPG 3 kg saat malam hari karena gas habis. “Kalau ke warung-warung kecil mah sampai malam bisa digedor, bisa dilayanin,” ucapnya.

Kementerian ESDM bakal mengubah skema penyaluran LPG 3 Kg. Gas melon tak lagi melalui pengecer, melainkan langsung pangkalan resmi.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan nantinya tidak ada lagi pengeer menjual gas bersubsidi tersebut. Ia menyatakan semua akan diubah menjadi pangkalan yang stoknya langsung dari Pertamina. cnn/mb06

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper