Mata Banua Online
Minggu, Maret 15, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Gubernur Surati BNPB Gelar OMC Saat HPN 2025

by Mata Banua
3 Februari 2025
in Banjarmasin, Indonesiana
0
D:\2025\Februari 2025\4 Februari 2025\2\Gubernur Surati BNPB Gelar OMC Saat HPN 2025.jpg
SUSUR SUNGAI – Gubernur Kalsel H Muhidin dan rombongan saat menyusur sungai menggunakan perahu karet untuk menyalurkan bantuan dan meninjau titik banjir di berbagai wilayah di Banjarmasin beberapa waktu lalu.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI agar melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mencegah banjir akibat curah hujan yang tinggi saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025.

“Dalam surat bapak gubernur tertuju kepada kepala BNPB mengharapkan agar OMC dilaksanakan kembali di langit Kalsel pada 8 hingga 9 Februari, karena Provinsi Kalsel menjadi tuan rumah event skala nasional, yakni peringatan HPN 2025,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Bambang Dedy Mulyadi, Senin (3/2).

Berita Lainnya

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

12 Maret 2026
Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

12 Maret 2026

Terlebih, lanjut dia, berdasarkan informasi PWI Pusat dan Panitia HPN 2025, Presiden RI Prabowo Subianto dan pejabat negara direncanakan akan datang ke Kalsel saat peringatan HPN 2025.

Sementara, Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB RI Agus Riyanto mengatakan, operasi ini bukan untuk menghilangkan hujan, namun mengendalikan intensitas hujan yang tinggi.

Ia menyebutkan modifikasi cuaca ini dilakukan dengan cara redistribusi curah hujan ke beberapa titik aman, salah satunya laut.

Dalam pelaksanaan, pihaknya menjatuhkan garam dan kapur tohor satu ton di awan yang ada di laut, sehingga hujan di daratan pun akan berkurang.

Agus menjelaskan, teknis kerja dua teknologi yang digunakan itu dengan cara garam mempercepat hujan turun sebelum awan mencapai daratan, dan kapur tohor membuyarkan awan agar hujan tak terjadi.

“Efektivitas modifikasi cuaca ini mencapai 70 persen, bahkan BMKG sudah membentuk unit khusus untuk teknologi ini. Dengan begitu, teknologi ini masih relevan untuk mitigasi bencana banjir,” pungkasnya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper