
BANJARMASIN – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Dirham Zain mendukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan rekayasa cuaca atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengalihkan curah hujan ketempat yang lebih aman.
Hal tersebut dilakukan selain mengalihkan curah hujan tinggi, juga mengantisipasi bencana banjir yang terjadi hampir merata diseluruh daerah di Provinsi Kalimantan Selatan pada saat ini yang disebabkan faktor alam.
Anggota Komisi I DPRD Kalsel Dirham Zain mengatakan untuk mengatasi banjir semua pihak memiliki keterlibatan dalam persoalan banjir, tidak hanya BPBD saja namun pihak kepolisian,TNI,ormas bahkan seluruh warga masyarakat.
“ Yang paling penting juga dalam kondisi yang bersifat sesaat saya kira bisa dilanjutkan rekayasa cuaca secara teknoligi.Tapi secara Ilahiyannya bisa berdoa kepada Allah SWT agar hujan turun ditempatlain,” ujar Dirhan Zain usai rapat dengar pendapat dengan BPBD Kalsel di gedung DPRD Kalsel di Banjarmasin, Jumat (31/1) siang.
Memang harus ada rekayasa cuaca dilakukan BPBD bersama institusi terkait lainnya, sebagai masyarakat muslim berdoalah agar memohon curah hujan dikurangi atau dialihkan ketempatlain karena tidak bisa mengatasi ini karena kehendak Allah SWT.
Secara teknis pendekatannya mungkin pemerintah daerah dalam hal ini BPBD bekerjasama dengan institusi agar membangun kanal-kanal besar seperti di perkebunan sawit maupun pertambangan untuk mengurangi banjir.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi menjelaskan dalam pemaparan tadi bahwa BPBD Kalsel sudah memiliki dokumen-dokumen kebencanaan banjir tahun 2025-2027.
“ Alhamdulillah dari sisi mitigasi pencegahan sudah dilakukan dan berdasarkan arahan Gubernur Kalsel bahwa seluruh SKPD harus bergerak cepat bersikap dalam penanganan di daerah dan kami mengusulkan upaya rekayasa cuaca atau Operasi Modifikasi Cuaca yang dipantau langsung oleh BNPB,” kata Bambang.
Pada pelaksanaan OMC selama 2 hari Kalsel mendung katanya ada rekayasa awan dialihkan agar tidak terlalu banyak di Kalsel. “ Kita hampir diseluruh Kalsel terjadi banjir seperti di Kabupaten Banjar, Batola sangat parah danlainnya,” tambahnya.
Peran BPBD lebih berfokus pada pembuatan dokumen-dokumen mitigasi dan kedaruratan yang memang dilakukan, tapi upaya maksimal tersebut dilakukan oleh lintas sektor seperti PUPR membangun apa dan begitu juga dinas lainnya.
“ Kami berharap berdasarkan arahan pa Gubernur agar OMC dilakukan berkelanjutan karena biaya untuk OMC itu sangat besar dari BNPB sekitar Rp 400 juta dalam sekali adlam merekayasa cuaca, saya juga mengusul karena kita akan dilaksanakan event nasional HPN pada bulan Februari ada kedatangan Presiden Prabowo dan menteri kabinet merah putih di Kalsel ada OMC,” harapnya.rds

