
BANJARMASIN- Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin baru saja melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) 2024/2025 Ganjil (2024.2).
UAS kali ini dilaksanakan dengan berbagai mode ujian untuk memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa, yaitu melalui Ujian Tatap Muka (UTM), Take Home Exam (THE), Ujian Online Mata Kuliah (UO MK), dan Ujian Online Tugas Akhir Program (UO TAP).
assalamulaikum
Manajer Pembelajaran dan Ujian UT Banjarmasin, Jumriadi mengatakan Mode ujian UTM yang dilaksanakan secara langsung di tempat yang telah ditentukan. Peserta ujian harus hadir dan mengerjakan soal ujian sesuai dengan jadwal di bawah pengawasan pengawas ujian.
Mode ujian THE yang diberikan kepada peserta untuk dikerjakan di rumah atau tempat lain yang mereka pilih. Mahasiswa mengunduh naskah soal dan Buku Jawaban Ujian (BJU) di laman THE.
Mahasiswa diberikan waktu 6 jam setelah mengunduh naskah soal untuk mengerjakan/menjawab soal dan sebelum waktu 6 jam berakhir mahasiswa harus sudah mengunggah hasil jawaban di laman THE.
Mode UO MTK dan TAP dilaksanakan melalui platform online. Peserta dapat mengakses soal ujian dan mengerjakannya melalui komputer yang terhubung dengan internet.
“Ujian Online MK dan TAP terbagi dalam 2 modus yaitu Ujian Online Live dan Ujian Online Remote Proctoring,” jelasnya di Banjarmasin.
Ujian Online Live Proctoring adalah jenis ujian online di mana peserta harus hadir di tempat yang telah ditentukan di ruang yang tersedia fasilitas komputer dan jaringan internet, serta diawasi secara langsung oleh seorang pengawas UO selama ujian berlangsung.
Sedangkan modus Ujian Online Remote Proctoring dimana mahasiswa dapat mengikutinya di mana saja selama ada jaringan internet yang stabil dengan waktu dan jadwal yang sudah ditentukan. Pengawasan dilakukan secara online untuk memantau aktivitas peserta secara real-time, penggunaan perangkat tambahan, dan lingkungan sekitar peserta.
Tujuannya adalah untuk memastikan integritas ujian dan mencegah kecurangan. Mahasiswa UT dapat memilih lokasi ujian yang terdekat dengan domisili mereka dari berbagai pilihan yang tersedia di seluruh Indonesia.
Ujian Tatap Muka UT Banjarmasin diselenggarakan di 11 Kabupaten dan 2 Kota dengan 15 lokasi Ujian Tatap Muka yang dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Desember 2024.
Sedangkan Ujian Online juga diselenggarakan di 11 Kabupaten dan 2 Kota dengan lokasi sebanyak 16 Lokasi Ujian Online yang untuk UO MK Esai dan UO TAP (Program S1 dan S2) dilaksanakan pada 9 Desember 2024 – 12 Januari 2025. UO MK Pilihan Ganda (Program S1) dilaksanakan pada 9 Desember 2024 – 26 Januari 2025. Untuk UO MK Program S2 dilaksanakan pada 9 Desember 2024 – 12 Januari 2025. THE untuk Program Diploma dan Sarjana (S1) dilaksanakan 16 – 29 Desember 2024. Ujian Program Doktor (S3) dilaksanakan pada 17 – 29 Desember 2024. Mahasiswa dapat melihat jadwal ujian dengan cara mengunduh atau melihat Kartu Peserta Ujian (KTPU) melalui laman My UT oleh masing-masing mahasiswa.
Jadwal ujian di UT dirancang sedemikian rupa sehingga mahasiswa dapat menyesuaikannya dengan jadwal kegiatan mereka. Dengan adanya ujian online memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian dari mana saja dan kapan saja selama memiliki koneksi internet yang stabil.
Tidak saja menyediakan ujian untuk mahasiswa dengan kondisi normal, UT menyediakan juga fasilitas dan dukungan khusus bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus agar mereka dapat mengikuti ujian dengan nyaman.
Sehingga tidak ada alasan bagi siapa saja yang berkebutuhan khusus asal memenuhi syarat tertentu dapat menikmati layanan pendidikan tinggi.
Pelaksanaan UAS dengan berbagai mode ini bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan dan kondisi mahasiswa yang beragam. Sehingga ujian di Universitas Terbuka Banjarmasin sangat fleksibel, mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan nyaman serta optimal tanpa mengurangi kualitas akademisnya.
Fleksibilitas ujian di Universitas Terbuka merupakan salah satu keunggulan yang membedakan UT dengan perguruan tinggi lainnya. Sistem ujian yang dirancang dengan baik memungkinkan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk mengenyam pendidikan tinggi. Namun, perlu adanya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan cakupan layanan ujian agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.rds

