Mata Banua Online
Kamis, Januari 22, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

5 Bahan Makanan yang Picu Diare Selain Cabai, Perhatikan di Kemasan

by Mata Banua
30 Januari 2025
in Mozaik
0
D:\2025\Januari 2025\31 Januari 2025\11\Halaman 1-11 Jumat\5 bahan.jpg
(foto:mb/web)

Setelah bersantap malah diare? Jangan-jangan makanan Anda mengandung bahan-bahan berikut.

Beberapa orang tahu betul kondisi perutnya dan menghindari sejumlah makanan karena bisa menimbulkan masalah pencernaan. Terlalu banyak serat, produk susu, juga cabai menimbulkan kembung, sakit perut sampai diare.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\20 Januari 2026\11\Halaman 1-11 Selasa\8 manfaat jagung.jpg

8 Manfaat Jagung Rebus yang Bebas Gluten dan Rendah Lemak

19 Januari 2026
G:\2026\Januari\20 Januari 2026\11\Halaman 1-11 Selasa\7 efek.jpg

7 Efek Samping Makan Singkong Berlebihan bagi Kesehatan

19 Januari 2026

Hanya saja, kadang diare muncul meski tidak mengonsumsi makanan yang biasa memicu diare. Rupanya, makanan yang Anda santap mengandung bahan-bahan berikut.

1. Alkohol gula

Meski namanya alkohol, alkohol gula (sugar alcohol) tidak mengandung alkohol sama sekali. Alkohol gula merupakan pemanis buatan yang dibuat dari karbohidrat yang dimodifikasi di laboratorium.

Alkohol gula biasanya digunakan pada produk rendah kalori dan dampaknya lebih kecil terhadap kadar gula darah ketimbang pemanis biasa.

“Alkohol ini dapat memiliki efek pencahar dan dapat menyebabkan gejala lambung seperti kembung, distensi, dan perut tidak nyaman,” kata ahli pencernaan Felice Schnoll-Sussman, mengutip dari Self.

Alkohol gula dapat ditemukan pada permen karet, permen, dan es krim atau makanan kemasan lain yang berlabel bebas gula (sugar free). Jenis yang umum digunakan seperti maltitol dan sorbitol.

2. Gluten

Gluten merupakan protein yang ditemukan pada gandum, jelai, bir, bahkan saus salad. Jika Anda sensitif terhadap gluten atau kesulitan mencerna gluten, biasanya akan timbul diare.

Menukil dari laman Harvard Health Publishing, konsumsi gluten pada orang dengan celiac memicu kerusakan serius pada usus.

3. Guar gum dan xanthan gum

Gum digunakan sebagai bahan pengental makanan dan obat-obatan. Guar gum berasal dari tanaman kacang-kacangan. Sementara xanthan gum merupakan karbohidrat berserat tinggi dari jagung atau kedelai yang difermentasi.

Konsumsi dalam jumlah sedang, gum mengandung serat larut yang bermanfaat buat usus. Namun, jika terlalu banyak, gum bisa menimbulkan masalah seperti kembung dan diare.

4. Karagenan

Carrageenan atau karagenan paling umum ditemukan pada susu almond. Zat pengental ini berasal dari rumput laut dan alga. Karagenan juga bisa ditemukan pada produk susu seperti keju dan yogurt.

Sebaiknya, batasi konsumsi pangan dengan karagenan sebab zat ini punya efek pencahar.

“Jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah banyak, zat ini tampaknya menarik banyak air ke dalam usus,” jelas Schnoll-Sussman.

5. Vitamin C

Vitamin C penting buat tubuh. Namun, kadar konsumsinya perlu diperhatikan. Konsumsi terlalu banyak bisa mempercepat pengosongan lambung sehingga perut cepat kram, mual, dan diare.

Sebaiknya, tetap andalkan makanan utuh untuk mendapatkan asupan vitamin C. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper