
MARTAPURA – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin didampingi Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar serta Plh Sekdaprov Kalsel, HM Syarifuddin menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak banjir di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (29/1).
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pimpinan SKPD Kalsel serta Bupati Banjar, H Saidi Mansur dan jajaran pemerintahannya, yang bersama-sama memastikan bantuan tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan.
Gubernur Kalsel, H Muhidin menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Kalsel termasuk Kabupaten Banjar, khususnya Kecamatan Sungai Tabuk.
Muhidin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan bantuan dan upaya penanganan yang cepat guna meringankan beban masyarakat terdampak dengan transparan dan tepat sasaran.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali menyalurkan bantuan tanggap darurat dari Dinas Sosial Provinsi Kalsel sebanyak 500 paket untuk korban terdampak bencana alam banjir di Kecamatan Sungai Tabuk,” sebut Muhidin.
Bantuan yang terdiri dari beras 5 kilogram, mie instan 1 kardus, kopi 10 bungkus, teh 1 kotak dan gula 1 kilogram. Selain itu, ada juga sumbangan dari SKPD berupa 1 kotak air minum, 1 liter minyak goreng, 150 lembar selimut dari Kementerian Sosial, serta 14 kardus bantuan dari Dinas Kesehatan untuk ibu hamil dan balita.
“Kami juga menyediakan 500 paket perlengkapan mandi dan cuci dan secara pribadi turut memberikan 10 butir telur serta bantuan dana tunai sebesar Rp50 juta untuk 500 kepala keluarga terdampak banjir,” ujar H Muhidin.
Muhidin juga menegaskan bahwa seluruh bantuan sosial yang diberikan harus diawasi dengan ketat agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Saya meminta jajaran terkait, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan lebih utama masyarakat yang mendapatkan bantuan untuk memastikan bantuan yang diterimanya sudah sesuai,” katanya.
Muhidin mengingatkan agar jangan sampai bantuan ini nantinya ketika sampai di masyarakat malah berkurang, kalau ada masyarakat yang menemukan demikian harus lapor kepada pak bupati atau bila perlu ke gubernur biar kita tindak langsung.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang guna mengatasi bencana banjir yang kerap melanda wilayah ini.
“Saya berharap dengan adanya bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam penanggulangan bencana alam,” katanya.
Terpisah, Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, SSos menyebutkan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 2.500 paket bantuan tanggap darurat untuk korban terdampak banjir pada lima titik.
Menurut Madi (sapaan akrabnya) lima titik yang disalurkan bantuan tanggap darurat tersebut yakni Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Selain itu, sebut Madi, dua titik di Kabupaten Banjar yakni Kecamatan Martapura Barat dan Sungai Tabuk, satu titik di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru dan satu titik di Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut (Tala). adp/ani

