Mata Banua Online
Minggu, Februari 1, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Banjir rendam 37 hektare sawah di Kecamatan Kalumpang

by Mata Banua
29 Januari 2025
in Daerah, Lintas
0

 

SAWAH-Banjir melanda ratusan hektare sawah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan, Sabtu (26/2/2023). (foto:mb/ant)

KANDANGAN-Kepala Dinas Pertanian Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Noor, menyampaikan banjir merendam 37 hektare lahan sawah pada tujuh desa di Kecamatan Kalumpang.

Berita Lainnya

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026
Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

29 Januari 2026

“Puluhan hektare lahan pertanian padi yang terendam banjir tersebut tersebar pada tiga desa, yakni Desa Karang Bulan, Balanti, dan Kalumpang,” ujar M Noor melalui keterangan tertulis di Kandangan, Rabu.

Dijelaskan dia, lahan pertanian padi yang terendam banjir seluas dua hektare di Desa Karang Bulan, 20 hektare di Desa Balanti, dan 15 hektare di Desa Kalumpang sehingga total 37 hektare.

Menurut dia, lahan pertanian belum bisa dipastikan gagal panen atau puso, karena tanaman padi masih bisa bertahan yang memasuki usia sekitar dua bulan.

Noor menyebutkan, jika mengalami gagal panen, maka Pemkab HSS akan memberikan bantuan bibit supaya bisa ditanam ulang setelah banjir surut.

“Penyuluh pertanian akan terus memantau kalau terjadi gagal panen, supaya nanti dapat diproses pemberian bantuan bibit,” ucap Noor.

Untuk mengantisipasi agar masalah ini terulang, maka Dinas Pertanian HSS meminta para petani untuk mengubah pola tanam.

Biasanya musim tanam pada November atau Desember, maka agar diubah pada Maret atau April untuk menghindari banjir.

Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten HSS akan mendata sungai dangkal yang menyebabkan banjir, langkah ini dilakukan supaya dapat dilaporkan ke Dinas PU atau pihak terkait untuk pengerukan sungai.{[an/mb03]

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper