
BANJARMASIN – Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendahaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan, Syafriadi mengungkapkan realisasi belanja APBN di Kalsel tahun 2024 hingga 31 Desember mencapai Rp41,2 triliun atau 98,83 daripagu Rp41,73 triliun. “Capaian realisasi belanja APBN di Kalsel tahun 2024 ini meningkat 2,16 persen dibandingkan tahun 2023 lalu,” sebut Syafriadi pada media briefing APBN regional Kalsel tahun 2024, di Banjarmasin, Selasa (21/1).
Menurut Syafriadi, realisasi Belanja untuk Bulan Desember ini terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp9,70triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp31,54 triliun.
Kinerja belanja APBN bulan Januari sampai Desember 2024 secara keseluruhan, sebut dia, lebih tinggi dari tahun 2023 dan realisasi dibulan Desember tahun 2024 merupakan yang terendah dibanding 2 tahun lalu yang menunjukan peningkatan kualitas pola realisasi. Kinerja belanja K/L bulan Desember 2024 (15,41 persen dari pagu K/L) lebih rendah 0,18 persen, namun secara nominal meningkat Rp167,50 miliar dibanding tahun lalu, sangat dipengaruhi adanya peningkatan pagu sebesar 13,41 persen atau Rp1,19 Triliun.
Menyinggung realisasi belanja transper ke daerah (TKD), dia menyebutkan terealisasi Rp31,54 triliun atau 99,68 persen dan untuk Dana Bagi Hasil (DBH) sumber daya alam (SDA) telah mencapai 100 persen, sementara realisasi DAK Fisik masih belum optimal.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu mengalami kontraksi sebesar 0,46 persen dan persentase realisasi penyaluran tertinggi dicatatkan oleh DBH yang telah mencapai 100 persen sedangkan realisasi terendah pada penyaluran DAK Fisik yang hanya mencapai 96,70 persen,” katanya.
Pertumbuhan tertinggi pada penyaluran Insentif Fisik yang tumbuh sebesar 20,66 persen, kemudian Dana Alokasi Umum (DAU) tumbuh sebesar 8,26 persen. Secara nominal, kontribusi terbesar berasal dari DBH Rp17,85 triliun.
Kinerja penyaluran TKD tertinggi pada Kabupaten Balangan yang mencapai 99,95 persen, sedangkan yang terendah kinerjanya ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sebesar 99,33 persen.
Sementara itu, dari sisi pendapatan sampai 31 Desember 2024 telah terealisasi sebesar Rp24,40 triliun atau 104,68 persen dari target. Jika dibandingkan pada periode yang samatahun 2023, kinerja pendapatan APBN sedikit mengalami pertumbuhan sebesar 1,06 persen yang dikontribusikan dari penerimaan pajak dan bea cukai.
Dari penerimaan perpajakan mencapai Rp21,43 triliun atau sebesar 100,64 persen dari target. Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp0,59 triliun atau sebesar 105,09 persen dari target. Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp2,38 triliun atau sebesar 124,44 persen dari target. Untuk kinerja PNBP ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mengalami kontraksi sebesar -11,87 persen. ani

