Mata Banua Online
Rabu, Maret 4, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

DPKP Kalsel Gelar 24 Kali Gerakan Pangan Murah

by Mata Banua
21 Januari 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\Januari 2025\22 Januari 2025\5\Seorang konsumen membeli kebutuhan pokok saat Gerakan Pangan.jpg
SEORANG konsumen membeli kebutuhan pokok saat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarbaru, beberapa waktu lalu. (Foto:mb/ant/hms pemprov)

BANJARMASIN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) menggelar dua kali Gerakan Pangan Murah (GPM) per bulan selama 2025 sehingga total berjumlah 24 kali.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Provinsi Kalsel Saptono dikonfirmasi di Banjarmasin, Sabtu, menjelaskan dana GPM dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalsel.

Berita Lainnya

Dinkes Kota Berbagi Takjil Gratis

Dinkes Kota Berbagi Takjil Gratis

3 Maret 2026
Selama Ramadhan, Banyak Warga Ajukan Berkas Pernikahan

Selama Ramadhan, Banyak Warga Ajukan Berkas Pernikahan

3 Maret 2026

“Sedangkan pelaksana GPM di tingkat kabupaten dan kota secara mandiri,” ujar Saptono.

Saptono menuturkan dengan dua kali GPM per bulan maka DPKP Provinsi Kalsel melaksanakan Program GPM sebanyak 24 kali sepanjang tahun 2025.

Menurut Saptono, kegiatan GPM 2025 akan melibatkan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan dan Dinas Perkebunan.

“Kami melibatkan dinas terkait pada kegiatan gerakan pangan murah pada bulan Ramadhan,” kata Saptono.

Saptono mengatakan tujuan utama GPM untuk mengendalikan inflasi, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika harga pangan cenderung meningkat.

Saptono mengharapkan pelaksanaan GPM mampu menstabilkan harga bahan pokok di pasar dan mengendalikan laju inflasi di Provinsi Kalsel.

Saptono mencontohkan saat ini harga cabai masih tinggi, meskipun secara keseluruhan kondisi pangan di Kalsel masih dalam batas aman.

“Kami terus memantau situasi dan berupaya untuk mengantisipasi kenaikan harga, terutama bagi komoditas yang banyak didatangkan dari luar daerah,” ungkap Saptono. ant

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper