
BANJARBARU – Dalam rangka mendukung penanaman jagung serentak pada 15 Januari mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan menyiapkan 120 hektare lahan areal tanam baru guna mendukung swasembada jagung.
Gubernur Kalsel H Muhidin melalui Kabid Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Rahmawati mengatakan, Kementerian Pertanian atas arahan Presiden Prabowo Subianto mendukung swasembada pangan tidak hanya untuk padi, tapi juga untuk jagung.
Hal itu disampaikannya saat rapat koordinasi (rakor) dengan Kementan RI secara virtual dalam rangka kesiapan penanaman jagung serentak satu juta hektar di lahan perkebunan atau lainnya di Mapolda Kalsel, Senin (13/1).
Menurutnya, untuk jagung ditargetkan 2,5 juta hektare yang di produksi secara reguler atau yang biasa di tanam setiap tahunnya.
Sedangkan yang bekerja sama dengan kepolisian di seluruh Indonesia adalah jagung dengan target 1,7 hektare melalui sistem jagung yang tumpang sisip dengan tanaman perkebunan, seperti sawit, karet dan lain sebagainya.
Rahmawati menjelaskan, terkait jagung tusip atau tumpang sisip ini kriterianya adalah dari edaran Dirjen Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, dengan syarat adalah bukan lahan reguler dan bukan di lahan padi tusip serta diarahkan untuk perluasan areal baru. Kemudian, ada dua untuk penyediaan sarana produksi seperti benih dan pupuk.
“Apabila untuk jagung di lahan rakyat yang ada kelompok taninya itu diwajibkan mengusulkan CPCL atau calon petani/calon lokasi yang sudah terdaftar, dan yang diberikan hanya benih dari Dirjen Ketahanan Pangan, namun pupuknya diambilkan dari pupuk subsidi,” katanya.
Tetapi apabila lahan jagung tusip ini di lahan perusahaan, lanjut dia, maka itu kewajiban perusahaan melalui dana CSR-nya. “Makanya sesuai rapat, para perusahaan sawit dan GAPKI nanti di lahan-lahan itu mereka yang mendukung untuk sarana produksi,” ujarnya.
Adapun terkait penanaman serentak pada 15 Januari mendatang, ia menuturkan bahwa ada areal lahan tanam baru di daerah jalan Gubernur Syarkawi dekat Rumah Sakit Sambang Lihum seluas 120 hektare.
“Kami juga sudah menyerahkan secara simbolis benih jagung varietas R1 10 kg untuk penanaman serentak nanti, sisanya menunggu CPCL karena itu lahan ada kelompok taninya,” ucapnya.
Rahmawati menambahkan, pihaknya juga melakukan kolaborasi terkait jagung tusip sama seperti dengan padi tusip, yakni tidak hanya dinas pertanian tapi juga dinas perkebunan dan peternakan provinsi, sebab padi tusip dan jagung tusip di komandoi atau di koordinatori oleh dirjen perkebunan.
“Kalau jagung tusip dan padi tusip itu penanggungjawabnya dirjen perkebunan turun ke dinas perkebunan dan peternakan provinsi, turun ke bidang perkebunan, dan turun lagi ke dinas perkebunan kabupaten/kota yang menyiapkan CPCL kelompok tani,” jelasnya.
Selanjutnya, dari dinas perkebunan kabupaten/kota yang mengusul dan di komandoi dinas perkebunan provinsi kemudian diserahkan ke dinas pertanian CPCL, dan nanti diserahkan ke dirjen tanaman pangan untuk bantuan benih bagi lahan yang ada kelompok taninya, tapi kalau lahan di perusahaan itu merupakan tanggung jawab perusahaan.
Untuk diketahui, Kalimantan Selatan ditargetkan luas lahan area tanam jagung tumpang sisip sebesar 99.543 hektar. rls/ani

